Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Dengan Senator Hawaii, AS, Christopher Lee

Saya Optimis Target RI 2060 Bebas Emisi Karbon Tercapai

Kamis, 22 Juni 2023 08:40 WIB
Senator Hawaii, AS, Christopher Lee saat diwawancara Tim Rakyat Merdekadi Kedubes AS, Jakarta, Jumat (16/6). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)
Senator Hawaii, AS, Christopher Lee saat diwawancara Tim Rakyat Merdekadi Kedubes AS, Jakarta, Jumat (16/6). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini adalah kunjungan perdana Senator Christopher Lee ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Namun, Senator yang sangat peduli atas isu lingkungan dan energi terbarukan itu, yakin kunjungannya akan meningkatkan hubungan dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Jumat (16/6), cuaca Jakarta sedang tak bersahabat. Pagi itu hujan lumayan deras. Tapi Tim Rakyat Merdeka: Kartika Sari, Firsty Hestyarini, Mellani Eka Mahayana, Paul Yoanda dan fotografer Khairizal Anwar, tetap bersemangat untuk wawancara eksklusif dengan Christopher Lee, Senator dari negara bagian Hawaii, Amerika Serikat (AS). Wawancara yang berlangsung santai dan akrab itu, dilakukan di Kantor Kedutaan AS di Jakarta. Inilah obrolan lengkap dengan Ketua Komite Urusan Transportasi di Senat negara bagian Hawaii itu.

 

Senator asal Hawaii Amerika Serikat (AS) Christoper Lee (tengah) foto bersama Tim Rakyat Merdeka saat wawancara eksklusif di Kedubes AS, Jumat (16/6). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

Bisa dijelaskan, apa tujuan kunjungan anda ke Wakatobi?

Hawaii dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Terdiri dari gugusan pulau-pulau, dan memiliki masalah yang sama terkait wilayah pesisir. Termasuk tantangan lingkungan, masalah interaksi dalam masyarakat, problem penduduk asli dan yang lainnya.

Baca juga : Elektrifikasi Transportasi Di Ibu Kota Baru Langkah Maju Dan Fantastis

Jadi, menurut saya, ada peluang bagus untuk belajar satu sama lain dan berbagi pengalaman. Sehingga saat kembali ke Hawaii dan mencari tahu apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik berdasarkan apa yang saya lakukan di sini.

Menurut saya, faktor penentu bagaimana kami bisa menyelesaikan banyak masalah besar di Hawaii, adalah dengan bermitra bersama negara kepulauan di Asia Pasifik, juga negara lain di seluruh dunia. Saya sangat senang berada di Indonesia untuk melihat apa saja yang dilakukan Pemerintah di sini dalam mengelola perairan, pesisir dan perikanannya, yang melibatkan masyarakat lokal. Karena itu adalah masalah besar yang juga kami alami.

Saya mendengar, sejauh ini ada banyak kemajuan dan banyak upaya yang dilakukan di Indonesia. Terutama di beberapa daerah terpencil. Saya terharu mengetahuinya.

Apakah ada rencana untuk mengerjakan proyek tertentu di Wakatobi?

Kami akan melihat wilayah pesisir dan cara masyarakat adat terlibat. Mencari tahu bagaimana mengelola sumber daya alam, perlindungan masyarakat, dan berbagai hal lain. Kami ingin tahu bagaimana hal tersebut bekerja. Termasuk masalah perumahan dan lainnya.

Baca juga : Indonesia Akan Masuk 10 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia

Pemerintah kami memiliki struktur manajemen yang berbeda dengan Indonesia. Saat ini, saya belum tahu persis seperti apa bentuknya, dan bagaimana pengelolaannya di sini. Saya ingin benar-benar belajar, mencoba dan melakukan praktik terbaik.

Mudah-mudahan, kami bisa melihat secara langsung, karena itu bisa membuka mata, dan membantu situasi di Hawaii. Membagikan berbagai hal yang telah kami pelajari di sini ke Hawaii. Kami ingin melihat apakah ada manfaat yang bisa didapat.

Di AS, khususnya Hawaii, kami adalah negara bagian pertama yang berkomitmen untuk 100 persen menerapkan energi terbarukan, menargetkan zero carbon pada 2045.

Anda tahu, kami sedang berupaya menuju perubahan itu. Perubahan itu datang dari bawah ke atas, dari komunitas kecil ke besar. Cara seperti itu bisa sukses di satu negara, dan saya pikir bisa sukses dimana saja.

Ada banyak kesamaan antara Wakatobi dan Hawaii. Bagaimana Anda menilainya?

Baca juga : Cek Sampah Di Bali, Siti Nurbaya Optimis Target Zero Waste 2030 Tercapai

Ada banyak kepentingan bersama dan hubungan yang dapat saling menguntungkan di antara kami. Jadi saya sangat menantikan kunjungan ke sana. Saya ingin cerita, ketika saya sampai di Indonesia, kemudian melalui Imigrasi, di sana saya ditanya petugas mengenai tujuan saya. Lalu, saya jawab ingin ke Wakatobi. Dan petugas itu bilang, bahwa dirinya selalu ingin ke sana. Jadi, saya benar-benar ingin mengetahui Wakatobi.

Bagaimana menurut anda tentang pemahaman anak muda Indonesia terkait energi terbarukan?

Saya beruntung pernah bekerja dengan rekan-rekan dari program YSEALI dari Indonesia. Dalam kunjungan mereka di Hawaii, kami bisa menilai mereka sebagai anak-anak muda yang luar biasa. Ada tingkat pemahaman dan keterlibatan yang sangat besar di antara kaum muda di sini, dan AS. Tapi, kadang-kadang kita tidak melihatnya. Jadi, ketika berbicara tentang isu energi terbarukan, kami sangat berharap pada generasi muda. Di Hawaii, kami telah berkomitmen untuk 100 persen me-nerapkan energi bersih pada 2045. Kami sedang berproses ke arah sana. Saya pikir, itu juga berkat dorongan dari generasi muda.

Di Indonesia, dari apa yang saya dengar dan dari diskusi dengan beberapa rekan YSEALI, kami melihat ada dorongan serupa. Untuk beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih berkelanjutan, lebih murah, dan lebih baik. Dan saya pikir itu sesuatu yang mudah-mudahan bisa dilakukan generasi muda, dan bisa jadi standar baru di seluruh negeri. Dan kami berharap bisa bermitra dalam hal itu. (Sebagai informasi, kunjungan Senator Lee ke Indonesia terkait project pemetaan dan pendataan masyarakat hukum adat wilayah pesisir yang diinisiasi Amelia Setya Nur Kumala, penerima program pertukaran pekerja profesional negara-negara ASEAN, yang diselenggarakan Pemerintah AS. Program itu dikenal dengan Young Southeast Asia Leaders Initiative Professional Fellows Program/YSEALI PFP-red).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.