Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Dengan Senator Hawaii, AS, Christopher Lee

Elektrifikasi Transportasi Di Ibu Kota Baru Langkah Maju Dan Fantastis

Kamis, 22 Juni 2023 08:00 WIB
Senator Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat AS, Christopher Lee. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Senator Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat AS, Christopher Lee. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senator Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat (AS), Christopher Lee, berkunjung ke Indonesia. Selain ke Jakarta, Lee juga berkunjung Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (18/6). Di Wakatobi, dia membagikan pengalaman, sekaligus belajar tentang berbagai isu lingkungan.

Dalam wawancara eksklusif Tim Rakyat Merdeka: Kartika Sari, Firsty Hestyarini, Mellani Eka Mahayana, Paul Yoanda dan fotografer Khairizal Anwar di Kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat (16/6), Senator Lee optimistis bakal banyak kerja sama yang akan diwujudkan di dua lokasi yang jaraknya sangat jauh ini, tapi memiliki kesamaan atmosfir. Berikut petikan wawancaranya.

Isu lingkungan terhitung masih cukup baru, khususnya di Indonesia. Indonesia masih perlu panduan dan bantuan dari negara maju seperti AS…

Baca juga : Ganjar Milenial Center Lakukan Aksi Tanam Pohon Hingga Bersihkan Sampah

Kita tahu, AS telah lama menjadi pemimpin global dalam banyak hal. Perekonomian kami telah membantu berkembangnya teknologi dan industri hebat di seluruh dunia. Namun di saat yang sama, kami juga jadi salah satu penghasil emisi karbon terbesar di dunia, bahkan hingga hari ini. Tapi, kami tetap berupaya. Beberapa tahun terakhir, terutama di Pemerintahan saat ini, ada upaya mendorong menuju energi bersih.

Kami telah mengalokasikan dana dalam jumlah besar, dan membuat kebijakan, untuk menangani emisi di negara kami sendiri dan dengan mitra kami di seluruh dunia. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami coba membantu, bermitra dengan negara lain. Kami mencoba memberdayakan negara-negara lain untuk melangkah maju.

Saya pikir, setiap negara memiliki komunitas, besar dan kecil di dalamnya. Tergantung pada masing-masing orang-orang di komunitas yang ada untuk melangkah maju dan melakukan bagian mereka juga. Akan mudah jika lebih banyak yang melakukan sesuatu dalam skala kecil dulu. Misalnya, saat ini Indonesia sedang membangun ibu kota baru. Ada banyak jenis pekerjaan yang dilakukan. Seperti proses elektrifikasi transportasi, dan lainnya. Ini semua adalah langkah maju yang fantastis. Dan semakin banyak yang anda lakukan dalam skala kecil, anda mulai berubah, dan dunia juga bisa berubah.

Baca juga : Marcos Yang Dulu, Beda Dengan Marcos Sekarang

Indonesia sedang melakukan proses pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. Presiden Jokowi telah menetapkan agar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, lebih ramah lingkungan. Tanggapan Anda?

Menurut saya, pemikiran membangun sesuatu yang baru dengan benar adalah hal yang tepat dilakukan. Saya kira, terserah rakyat Indonesia dan komunitas lokal, baik di Jakarta maupun di tempat lain untuk memutuskan, seperti apa bentuknya.

Tapi, kita bisa belajar dari semua kemajuan di wilayah Indonesia dan dunia. Belajar bagaimana membangun infrastruktur dan bangunan yang lebih berkelanjutan dan lebih bersih. Bagaimana membangun jaringan transportasi yang lebih efisien, yang tidak menghasilkan karbon, dan lebih menguntungkan. Jadi saya kira akan ada peluang baru di sini. ■

Baca juga : Indonesia, Jauh Di Mata Tapi Dekat Di Hati

(Simak wawancara lengkap dengan Senator Christopher Lee, di Halaman Top World News)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.