Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Pasca Pemberontakan Wagner

Dubes Vorobieva: Putin Justru Makin Dipercaya Rakyat Rusia

Rabu, 5 Juli 2023 17:36 WIB
Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva (Foto: Kedubes Rusia)
Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva (Foto: Kedubes Rusia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva memastikan, situasi negaranya aman dan kondusif pasca pemberontakan tentara bayaran Wagner pada 24 Juni lalu.

Bahkan, menurutnya, peristiwa ini makin menguatkan persatuan rakyat Rusia. 

"Mereka justru makin percaya dengan Presiden Vladimir Putin," ujar Dubes Vorobieva dalam konferensi pers di kediamannya, Rabu (5/7).

Dia menekankan, keberhasilan Presiden Putin mengatasi krisis militer dalam waktu singkat dan tanpa pertumpahan darah, telah membuktikan kekuatannya sebagai pemimpin.

"Semuanya telah diselesaikan, dan semuanya baik-baik saja," tutur Vorobieva.

Bantah Klaim Barat

Baca juga : Saksikan Pemotongan Hewan Kurban, Putin Dapat Kado Al Quran

Vorobieva membantah klaim media Barat yang menyebut pemberontakan Wagner adalah bukti rapuhnya kekuasaan Putin dan lemahnya sistem pemerintahan Rusia.

"Itu sama sekali tidak benar," tegasnya.

Dubes yang hobi jalan santai ini pun membandingkan upaya kudeta Wagner yang bisa dicegah kurang dari 24 jam, dengan kerusuhan yang terjadi di Prancis.

"Coba lihat kejadian di Prancis dalam sepekan terakhir. Tidak ada yang menyebut (Emmanuel) Macron lemah," sebut Vorobieva.

Saat ini, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengambil tindakan pencegahan, agar krisis militer serupa tidak terjadi di masa depan.

Baca juga : Kolaborasi Pertamina Dan Kemenparekraf Dukung Industri Perhotelan Di Jawa Barat

"Ini penting untuk meningkatkan rasa aman publik," kata Vorobieva.

"Sejauh ini, pemerintah Rusia tidak melihat ada sesuatu yang luar biasa. Terlepas dari serangan Ukraina ke teritorial," imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam masa pemerintahan Putin yang telah berlangsung hampir dua dekade, pemberontakan seperti ini baru pertama kali terjadi.

Wagner Tidak Mengancam

Berdasarkan hasil mediasi dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko, tentara Wagner memiliki tiga opsi.

Pertama, memilih untuk diasingkan ke Belarus bersama Prigozhin. Kedua, bergabung dengan Kementerian Pertahanan Rusia dan menjadi bagian dari tentara nasional. Ketiga, kembali ke keluarganya masing-masing.

Baca juga : Pelaku WN Australia Ternyata Cepu Polisi

Anggota Wagner yang memilih ketiga opsi tersebut, tidak akan dijatuhi hukuman apa pun. Sekalipun terlibat dalam upaya pemberontakan bersenjata.

"Prigozhin sudah berada di luar negeri. Orang-orangnya memiliki opsi-opsi ini. Saya tahu, beberapa orang telah pindah ke Belarus. Sebagian lainnya, menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan. Begitulah situasi yang telah ditangani," jelas Vorobieva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.