Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Ketemu Presiden Xi Jinping, Jokowi Bahas Mobil Listrik Dan Laut Natuna

Jumat, 28 Juli 2023 06:05 WIB
Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral pada akhir KTT G20 di Bali, Rabu, 16 November 2022. (Foto Reuters Pool)
Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral pada akhir KTT G20 di Bali, Rabu, 16 November 2022. (Foto Reuters Pool)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke China, memenuhi undangan Presiden China, Xi Jinping. Jokowi rencananya membahas isu Laut Natuna Utara (LNU) --istilah resmi Indonesia untuk nama Laut China Selatan (LCS) sejak 2017, hingga mobil listrik.

Dalam kunjungan dua harinya ini, Jokowi dan Xi akan bertemu di Chengdu. Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Dikutip dari YouTube Setkab RI, Jokowi mengatakan, pertemuan ini menandai 10 tahun kerja sama komprehensif Indonesia dan China.

“Sejumlah agenda prioritas akan saya bahas bersama Presiden Xi, baik di bidang investasi maupun berbagai proyek strategis, perdagangan dan kesehatan, serta isu-isu regional dan global,” papar Jokowi sebelum lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/8). Jokowi juga menambahkan, dia selalu membahas isu LNU dalam setiap pertemuan dengan Xi.

Baca juga : Erick Tertawa, Prabowo Tertawa

Selain bertemu Xi Jinping, Jokowi juga dijadwalkan bertemu beberapa CEO China yang telah dan akan melakukan investasi di Indonesia, khususnya di sektor hilirisasi petrokimia, energi baru terbarukan dan kesehatan.

China adalah mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2022, total perdagangan bilateral mencapai rekor baru senilai 133,65 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2 kuadriliun.

Sementara untuk investasi, tahun lalu, China menjadi investor ke-2 terbesar Indonesia. Di kuartal terakhir tahun lalu, China bahkan menjadi investor pertama Indonesia.

Lobi Perusahaan Mobil Listrik

Masih agenda di China, Jokowi juga akan menemui kontingen Indonesia di World University Games. Olimpiade mahasiswa tersebut rencananya digelar pada 2021, namun terpaksa ditunda dua kali akibat Covid-19.

Baca juga : Kumpul Di Istana, Jokowi Bangga Lantik 833 Perwira TNI Dan Polri

Luhut sudah lebih dahulu membocorkan rencana lobi-lobi Jokowi di China. Ia menyebut, Jokowi akan merayu pabrikan mobil listrik China BYD untuk berinvestasi di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang juga sudah berkunjung ke markas BYD di China pada 3 Juli-6 Juli 2023. Salah satu agendanya, membahas kendaraan listrik.

Terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah mengabarkan bahwa Jokowi akan melaksanakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin China.

Sebelum berangkat, Jokowi juga menyinggung mengenai kabar penunjukkan Wang Yi sebagai Menteri Luar Negeri China, usai Qin Gang dicopot dari jabatannya setelah tujuh bulan menjabat.

Baca juga : Memilih Pemimpin Berpengetahuan Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini enggan banyak berkomentar. “Hubungan kita sudah lama dan sudah baik dengan beliau,” ujarnya.

Qin Gang menjadi salah satu Menlu termuda negara itu ketika ditunjuk pada Desember 2022. Sebelum menjabat sebagai menteri luar negeri, ia mengisi posisi Duta Besar China untuk Amerika Serikat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.