Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggota Komisi IV DPR Istighfar
Anggaran Kementan Kenapa Terjun Bebas
Sabtu, 22 Juni 2024 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Ono Surono kaget melihat pagu indikatif anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun anggaran 2025, dipangkas nyaris hampir mencapai 50 persen. Anggaran untuk pemenuhan pangan masyarakat ini hanya Rp 8 triliun, turun sangat signifikan dibandingkan pagu indikatif tahun 2024 sebesar Rp 14 triliun.
“ASTAGHFIRULLAHALADZIM,” kata Ono dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dan jajaran Direksi BUMN Pangan, di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.
Dia bilang, pertanian merupakan sektor yang sangat vital sekaligus paling dasar dalam menjaga kehidupan manusia. Tetapi yang terjadi, anggaran untuk Kementan setiap tahunnya mengalami penurunan. Padahal, jika melihat ke belakang, anggaran Kementan pada tahun 2015 lalu, pernah mencapai Rp 34 triliun.
“Tetapi kemudian turun menjadi 27 (triliun rupiah), turun menjadi 21 (triliun), turun ke 16 (triliun), terakhir 14 (triliun) dan sekarang 8 triliun,” sebut politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.
Baca juga : Luhut: Anggaran Tak Masalah
Dia mengingatkan, dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan yang luar biasa. Krisis pangan ini pun sudah mulai terjadi di Indonesia. Ini bisa dilihat dari terjadinya inflasi harga beras yang tak kunjung turun dan bahkan harga sejumlah bahan pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat mulai naik.
“Dan hari ini kita mendengar minyak goreng dinaikkan 1.500 rupiah, kini menjadi 15 ribu (rupiah) per liter. Saya yakin ini (kenaikan harga ini) juga terjadi di komoditas lainnya,” ujarnya.
Ono menilai, anggaran sekecil itu tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pangan secara maksimal. Untuk itu, dia mendukung penuh langkah Kementan untuk menambah anggaran sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
“Kami dari Fraksi PDIP mendukung penuh upaya Pak Menteri untuk menaikkan pagu indikatif dari Rp 8,07 triliun menjadi Rp 34,7 triliun. Dan mudah-mudahan kawan-kawan di Banggar juga memperjuangkan ini,” pesannya.
Baca juga : Bank Digital Diingatkan Terapkan Transparansi
Dalam kesempatan itu, Ono mengapresiasi kerja keras Menteri Amran yang terus memperjuangkan nasib petani sebagai pejuang kemakmuran perut jutaan masyarakat Indonesia. Dia berharap, perjuangan tersebut dapat diimbangi dengan tambahan anggaran di pagu mendatang.
Anggota Komisi IV DPR Sulaiman Hamzah juga menyesalkan anggaran Kementan mengalami terjun bebas untuk tahun anggaran 2025. Penurunan anggaran ini tentunya harus menjadi perhatian di tengah ancaman krisis pangan ini.
“Tentunya saya menyesalkan perihal tersebut di tengah ancaman krisis pangan, perubahan iklim, rendahnya pupuk subsidi, alih fungis lahan pertanian serta tingginya impor komoditas pangan dalam negeri,” sebut Sulaiman.
Politisi Fraksi Nasdem ini mengatakan, ancaman serius terhadap ketersediaan pangan ini, harusnya dibarengi dengan peningkatan anggaran untuk sektor pertanian. Tetapi yang terjadi, anggaran Kementan malah dikurangi. “Kami mendorong kepada pimpinan dan anggota agar alokasi anggaran Kementan tahun 2025 sedapat mungkin ditingkatkan,” harapnya.
Baca juga : Amrik Kirim Utusan Khusus Ke Vietnam
Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan fokus pada empat program. Pertama, program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas. Kedua, program nilai tambah dan daya saing industri. Ketiga, program pendidikan dan pelatihan vokasi. Serta keempat, program dukungan manajemen.
“Dengan berpatokan pada empat program tersebut, dalam rangka penyediaan pangan utama bagi penduduk Indonesia dan peningkatan daya saing produk pertanian, Kementan berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian pada tahun 2025,” katanya.
Adapun target produksi komoditas pada tahun 2025, yakni, padi 56,05 juta ton, jagung 16,68 juta ton, kedelai 334 ribu ton, cabe 3,08 juta ton, bawang merah 1,99 juta ton, kopi 772 ribu ton, tebu 36,04 juta ton, daging sapi dan kerbau 405,44 ribu ton, daging ayam 4 juta ton, dan lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya