Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Meski Perang Masih Berkecamuk Di Gaza

AS Ngarep Normalisasi Hubungan Israel-Saudi

Sabtu, 9 Desember 2023 04:47 WIB
Utusan khusus Amerika Serikat Amos Hochstein tengah berbicara dengan wartawan di parlemen Lebanon, Beirut, 30 Agustus 2023. (Foto AFP)
Utusan khusus Amerika Serikat Amos Hochstein tengah berbicara dengan wartawan di parlemen Lebanon, Beirut, 30 Agustus 2023. (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan keinginannya melihat kelanjutan dialog normalisasi hubungan Israel dengan Arab Saudi.

Utusan Khusus untuk Urusan Energi dari Kementerian Luar Negeri AS, Amos Hochstein mengatakan, upaya normalisasi hubungan Israel-Saudi akan tetap dijajaki, meski perang di Jalur Gaza masih berlangsung.

“Saya pikir tidak semua jalan lurus, dan terkadang jalan itu menuju ke arah yang berbeda terlebih dahulu. Namun tujuannya tetap sama,” ujarnya dikutip Reuters, kemarin.

Dia menekankan, proses normalisasi hubungan tersebut dapat berkontribusi menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Baca juga : FKPT: MUI Tak Pernah Keluarkan Fatwa Haram Produk Diduga Terafiliasi Israel

“Saya tidak berpikir kami akan mengubah arah. Faktanya, konflik ini seharusnya menjadi pengingat bahwa tidak menuju integrasi regional, perdamaian dan keamanan. Maka hal ini akan berdampak buruk bagi kita, dan itu adalah alternatif," jelas Hochstein.

Faktanya, konflik ini harusnya menjadi pengingat bagi kita bahwa jika kita tidak menuju integrasi regional, perdamaian serta keamanan, maka hal ini akan berdampak buruk bagi kita, dan itu adalah alternatifnya,

Sejak dua bulan lalu, ketika pertempuran Israel dan Hamas pecah, Saudi telah mengesampingkan segala rencana berkaitan normalisasi hubungan dengan Israel yang didukung AS. Sebelum itu, para pemimpin Israel dan Saudi mulai pedekate (pendekatan-red) untuk menjalin hubungan yang lebih lengket.

Dukung Palestina Merdeka

Oktober lalu, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), ketika diwawancarai media Fox News mengatakan, hubungannya dengan Israel kian dekat. MBS juga menegaskan kesepakatan normalisasi hubungan harus berbanding lurus dengan kemajuan pembentukan negara Palestina merdeka dari pendudukan Israel.

Baca juga : Kurang Maksimal, Skuad Garuda Ngarep Terus Dukungan Suporter

Saudi menginginkan Palestina merdeka dengan ibu kota Yerusalem dengan luas wilayah sesuai peta 1967. Sementara Presiden AS Joe Biden terus berupaya mendesak Israel, agar melindungi warga sipil Palestina saat berperang melawan Hamas di Jalur Gaza.

Biden bahkan sudah menghubungi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk menegaskan permintaannya itu. Biden menandaskan, Israel harus membedakan mana penduduk sipil dan mana Hamas, termasuk memperhatikan keamanan pergerakan orang ke lokasi evakuasi.

“Presiden menyampaikan keprihatinan mendalamnya terhadap sandera yang masih berada di Gaza,” terang Gedung Putih, seraya menambahkan, Biden meminta Palang Merah Internasional (ICRC) mendapat akses kepada sisa sandera yang ditahan Hamas.

Seruan tersebut muncul ketika para pejabat Gaza mengungkapkan, setidaknya 17.177 orang tewas sejak Israel memulai perang di wilayah kantong Palestina tersebut, sebagai balasan serangan Hamas 7 Oktober lalu. Mayoritas korban tewas di Gaza atau sekitar 70 persen adalah perempuan dan anak-anak. Lebih dari 46 ribu lainnya terluka.

Baca juga : 2 Relawan MER-C Di Gaza Dikabarkan Ditangkap Israel

Selain itu, sudah 1,9 juta orang mengungsi, atau 85 persen dari total penduduk Gaza. Menurut PBB, kebanyakan dari mereka kekurangan kebutuhan seperti makanan, air, tempat tinggal layak dan fasilitas sanitasi, serta perawatan medis.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Yordania, Abdullah, Biden menegaskan kembali komitmennya memfasilitasi penambahan dan keberlanjutan pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan warga sipil di Gaza.

 “Presiden dan Raja Abdullah menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan mitra regional lainnya, untuk menciptakan kondisi perdamaian yang tahan lama dan berkelanjutan di Timur Tengah, termasuk pembentukan negara Palestina,” pungkas Biden dalam pernyataannya yang dikutip Associated Press (AP), Jumat (8/12/2023). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.