Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Jepang Kiya Masahiko Hadiri Simposium 50 Tahun Hubungan ASEAN-Jepang
Sabtu, 24 Februari 2024 06:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kerja sama Jepang dengan negara-negara ASEAN telah memasuki tahun ke-50. Duta Besar (Dubes) Jepang untuk ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Kiya Masahiko mengatakan, Jepang siap untuk melanjutkan kerja sama dengan ASEAN selama 50 tahun mendatang.
Hal ini dia sampaikan di acara bertajuk Wrap-Up Symposium 50th Year of ASEAN-Japan Friendship and Cooperation, di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (21/2/2024).
ASEAN adalah sebuah orga nisasi geopolitik dan ekonomi yang didirikan pada 8 Agustus 1967. Adapun anggotanya kini terdiri dari 11 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja dan Timor Leste.
Baca juga : Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi Serahkan Surat Kepercayaan Ke Jokowi
Kiya Masahiko didaulat sebagai Dubes Jepang untuk misi di ASEAN sejak November 2022. Saat memberikan pidato di acara tersebut, Masahiko mengatakan, Jepang dan ASEAN berkomitmen mewujudkan kerja sama nyata yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Jadi kami menangani digitalisasi, kesehatan, manajemen bencana perubahan iklim, serta masalah iklim dan pangan,” terangnya.
Dubes Masahiko menambahkan, Jepang berupaya mempelajari inisiatif ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Inisiatif AOIP ini diadopsi ASEAN un tuk menegaskan cara pandang kawasan terhadap Asia Pasifik dan Samudra Hindia. Pada intinya, inisiatif ini mendorong kolaborasi ketimbang rivalitas, memperkuat kerja sama win-win dan menangkap peluang yang ada di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : Trump Siap Tarung Lagi Lawan Biden
Dia menambahkan, Jepang juga siap membuat komitmen baru lainnya.
“Simposium ini merupakan titik awal baru bagi kerja sama dan persahabatan ASEAN dan Jepang. Pada momen ini, saya berharap kita dapat merayakan ulang tahun ke 100,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menyoroti tiga isu kerja sama ekonomi Jepang dan ASEAN. Yakni, digitalisasi, pengemba ngan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta sustainability.
Baca juga : Ribuan Jemaah Hadiri Milad 1 Tahun Masjid Al Jabbar
Dalam hal digitalisasi, Jepang sebagai negara maju diharap kan dapat membantu masyarakat ASEAN yang terkendala koneksi internet. Sedangkan dalam pengembangan UMKM, Negeri Sakura diharapkan dapat memfasilitasi konektivitas antara UMKM satu dan UMKM lainnya di wilayah ASEAN.
Adapun yang ketiga, Eko berharap Jepang bisa membantu negara-negara ASEAN melakukan transisi energi. Salah satunya lewat ekonomi hijau atau green economy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya