Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hasil Pilpres Rusia Disebut Tidak Sah, Kremlin: Itu Absurd
Selasa, 19 Maret 2024 12:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kremlin menegaskan, pernyataan yang meragukan kemenangan Vladimir Putin di Pilpres Rusia pada 15-17 Maret 2024, sebagai hal yang absurd alias hal yang tak masuk akal.
Di pesta demokrasi dengan tingkat partisipasi 77,44 persen, Putin sukses mendulang 87,32 persen suara.
“Jika ada yang menyebut pilpres di negara kita tidak sah, maka kita perlu berbicara tentang ketidakabsahan 87 persen suara penduduk negara kita, yang diberikan untuk Presiden Putin. Ini tidak masuk akal,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers, seperti dikutip Anadolu, Senin (18/3/2024).
Baca juga : Hasil Seleksi Petugas Haji Sudah Diumumkan, Peserta Silakan Cek Akun
Menurutnya, hasil Pilpres ini benar-benar unik untuk Putin. "Tingkat dukungan yang begitu tinggi adalah gambaran kemenangan mutlak bagi kandidat. Ini adalah konfirmasi paling nyata dari rakyat terhadap presiden mereka,” ujarnya.
Peskov menambahkan, saat ini dia telah menerima ucapan selamat dari sejumlah pemimpin negara sahabat atas kemenangan Putin.
Nggak Bikin Ciut
Melansir TASS, Peskov memastikan, tak ada pernyataan Amerika Serikat (AS) yang dapat mengecilkan kemenangan Putin di Pilpres 2024.
Baca juga : Komentari Hasil Pilpres, Jokowi: Sabar, Tunggu Hasil KPU
“Pernyataan-pernyataan itu juga tidak akan meruntuhkan kepercayaan yang telah diberikan rakyat Rusia,” kata Peskov, Selasa (18/3/2024).
Hal ini disampaikan Peskov, menanggapi pernyataan Amerika yang mengatakan, pihaknya akan tetap bekerja dengan dasar fakta, bahwa Putin adalah Presiden Rusia.
"Tidak ada senam verbal yang bisa meremehkan kemenangan Putin. Apalagi, sampai menghancurkan kepercayaan publik," kata Peskov, ketika ditanya apakah Kremlin menganggap pendekatan AS ini cukup untuk menjaga komunikasi potensial yang lebih seimbang, dibanding reaksi beberapa negara Eropa lainnya.
Baca juga : Hasil Piala Asia: Palestina Terhenti, Jordanina Ke Perempat Final
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya