Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Temui Ma`ruf, Dubes Selandia Baru Bahas Beasiswa Hingga Terorisme
Rabu, 13 November 2019 17:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin sowan ke kantor Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Senin (11/11). Kedatangannya untuk berkenalan sekaligus membahas sejumlah kerja sama. Soal beasiswa hingga melawan terorisme.
Ditemani Wakil Dubes Naomi Kyriacopoulos, Dubes Austin tampak diterima dengan hangat Wapres Ma'ruf Amin. Batik yang dikenakan Dubes Austin bahkan sempat dipuji sang wapres.
Baca juga : Kepala BNPT: Berantas Pendanaan Terorisme!
Tanpa membuang waktu, Dubes Austin membeberkan semua sektor kerja sama yang sudah dan sedang dilaksanakan kedua negara. Dubes Austin mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Selandia Baru memiliki sejarah yang panjang.
“Kita merupakan negara multi ras, etnik, bahasa, berdemokrasi, dan Indonesia adalah negara terdekat dari Selandia Baru. Jadi, sangat menyenangkan memiliki kemitraan yang kuat,” jelasnya.
Baca juga : Baznas Jadi Lembaga Penyedia Beasiswa Terfavorit
Menanggapi hal tersebut, Wapres Ma’ruf berharap kunjungan ini dapat terus mendorong penguatan kemitraan lebih komprehensif kedua negara. "Tadi kita membahas sektor pendidikan seputar beasiswa, kesehatan hingga terorisme," jelas Dubes Austin usai bertemu wapres.
Dubes Austin melaporkan, ada 60 siswa Indonesia yang mendapat beasiswa dari Negeri Kiwi pada 2019. Kebanyakan dari mereka menempuh pendidikan di bidang energi geotermal. Selain itu, Dubes Austin mengatakan dia juga membahas kerja sama penanggulangan terorisme yang dilakukan kedua negara.
Baca juga : Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Siap Diverifikasi Kemenhub
"Kedua negara pernah mengalami serangan teror dan kami membahas tentang bagaimana menangani paham radikalisasi dan ekstrimis," jelasnya.
Ia melanjutkan, masih banyak sektor-sektor yang dibahas untuk bisa menjalin kerja sama. Semisal soal pariwisata bahkan hingga kesehatan. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya