Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kanada Resmi Cantumkan Korps Garda Revolusi Iran Dalam Daftar Kelompok Teroris
Kamis, 20 Juni 2024 05:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kanada resmi mendaftarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai kelompok organisasi teroris, pada Rabu (19/6/2024), setelah bertahun-tahun mendapat tekanan dari legislator oposisi dan beberapa anggota diaspora Iran.
Ini berarti, ribuan pejabat senior pemerintah Iran, termasuk pejabat tinggi IRGC, akan dilarang memasuki Kanada.
Saat menyampaikan keputusan itu, Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc mengatakan, langkah tersebut adalah alat penting dalam memerangi terorisme global.
IRGC adalah kekuatan militer, politik dan ekonomi utama di Iran, yang memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
IRGC diperkirakan memiliki lebih dari 190 ribu personel aktif dengan pasukan darat, angkatan laut, dan angkatan udara sendiri yang mengawasi senjata strategis Iran.
Baca juga : Duta Damai Garda Depan Tingkatkan Daya Tangkal Terhadap Radikal Terorisme
IRGC disebut memiliki pengaruh di tempat lain di Timur Tengah dengan menyediakan uang, senjata, teknologi, pelatihan, serta saran kepada pemerintah sekutu dan kelompok bersenjata melalui lengan operasi luar negeri bayangannya, Pasukan Quds (Yerusalem).
Kanada sudah mendaftarkan Pasukan Quds sebagai kelompok teroris. Namun, pengumuman pada Rabu (19/6/2024), memperluas penunjukan ke seluruh IRGC.
"Langkah ini juga mengirim pesan kuat, bahwa Kanada akan menggunakan semua alat yang dimiliki untuk memerangi entitas teroris IRGC,” ujar LeBlanc seperti dilansir BBC, Rabu (19/6/2024).
"Rezim Iran secara konsisten menunjukkan pengabaian terhadap hak asasi manusia, baik di dalam maupun di luar Iran serta kesediaan untuk mengacaukan tatanan berbasis aturan internasional," sambungnya.
Setelah pencantuman IRGC sebagai kelompok organisasi teroris, pejabat senior dan mantan pejabat pemerintah Iran yang saat ini berada di Kanada, dapat diselidiki.
Menteri Luar Negeri Kanada, Melanie Joy mengingatkan, warga Kanada di Iran dapat berisiko mengalami penahanan sewenang-wenang setelah pengumuman tersebut.
"Pesan saya jelas, mereka yang sekarang ini berada di Iran, segera kembali ke rumah. Bagi mereka yang berencana untuk pergi ke Iran, jangan pergi," tegas Melanie.
Pemerintah Kanada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Justin Trudeau sebelumnya menolak menetapkan IRGC sebagai kelompok organisasi teroris, meski ada tekanan dari beberapa anggota diaspora. Termasuk, keluarga korban musibah jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines PS752 yang ditembak IRGC di Teheran, pada Januari 2020.
Dalam tragedi itu, total 175 penumpang tewas, termasuk 55 warga negara Kanada dan 30 penduduk tetap Kanada.
Teheran mengklaim, serangan rudal terhadap pesawat tersebut dilakukan secara tidak sengaja.
Baca juga : Presiden Dan Menlu Iran Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter
Tahun 2022, Trudeau mengungkap alasan tidak mencantumkan IRGC dalam daftar kelompok organisasi teroris. Dia takut, penetapan itu bisa secara tidak adil menargetkan orang Iran di Kanada yang menentang rezim dan melarikan diri, tetapi harus melayani di IRGC di masa lalu.
Lalu, mengapa kini IRGC masuk daftar? Soal ini, LeBlanc mengatakan, keputusan menunjuk suatu kelompok sebagai entitas teroris adalah proses deliberatif, yang dibuat atas saran dari layanan keamanan dengan pertimbangan kebijakan luar negeri.
"Ini adalah ambang batas yang harus dipenuhi di bawah hukum pidana Kanada," katanya.
Langkah ini menjadikan Kanada sebagai negara kedua di Amerika Utara, yang melabeli IRGC sebagai organisasi teroris, setelah Amerika Serikat (AS) pada tahun 2019.
Tahun 2023, Inggris mengindikasikan niat untuk melakukan langkah serupa. Namun, hingga saat ini, belum terealisasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya