Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Korea Utara (Korut) mengeluarkan kecaman keras terhadap kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden. Korut menyebut mantan wakil presiden itu anjing gila, meminjam julukan yang diberikan Donald Trump.
"Joe Biden memiliki keberanian memfitnah martabat kepemimpinan tertinggi DPRK," pernyataan kantor berita resmi KCNA, merujuk pada nama resmi Korut.
"Anjing-anjing gila seperti Biden dapat melukai banyak orang jika mereka diizinkan berlari," lanjutnya, dilansir AFP, kemarin.
Baca juga : Batik Air Buka Perjalanan Nonstop Ke Nanning, China
"Mereka harus dipukuli sampai mati dengan tongkat."
Masihbelum jelas apa yang memicu kemarahan Korut, namun kampanye Biden pada pekan ini mengutuk kebijakan luar negeri Trump. Kampanye itu berisi pernyataan "diktator dan tiran dipuji, sekutu kita disingkirkan".
Suara dalam tayangan KCNA terdengar menyebut kata "tiran" ketika menampilkan gambar saat Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dan berjabat tangan di KTT Singapura tahun lalu.
Baca juga : Pertemuan Tertutup Prabowo dengan Dubes AS dan Saudi
KCNA juga mengutip salah satu hinaan yang disukai Trump untuk Biden "Sleepy Joe". KCNA menyebut, banyak orang Amerika memanggil sang mantan wapres: 'Biden tak terbangun dari tidurnya'.
"Biden menunjukkan tanda tahap akhir demensia," lapor KCNA.
"Sepertinya sudah tiba saatnya bagi Biden untuk meninggalkan kehidupannya." KCNA salah mengeja nama Biden dengan menulis "Baiden", lantaran mengikuti ejaan alfabet Korea.
Baca juga : Suhendra Usulkan Jabatan Presiden Tiga Periode
Ini bukan pertama kalinya Korut mengutuk Biden. Pada Mei, KCNA menyebut Biden bodoh dan "kebodohan dengan IQ rendah", beberapa hari setelah Biden menyebut Kim Jong Un sebagai diktator dan tiran. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya