Dark/Light Mode

Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (6)

Cape Spartel, Pemandangan Selat Gibraltar Yang Menakjubkan

Sabtu, 3 Agustus 2024 07:07 WIB
Mercusuar Cape Spartel. [ Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id ]
Mercusuar Cape Spartel. [ Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id ]

 Sebelumnya 
Sejumlah pengunjung memang juga terlihat berfoto di tanda sepasang panah berlawanan warna kuning itu. Beberapa pedagang suvenir tampak pula berjualan di area kosong di tepi jalan, dekat marka panah.

Ada juga yang menyewakan pakaian tradisional, untuk berfoto di tanda pertemuan dua lautan ini. Bahkan ada yang menawari menghiaskan Henna kepada para pengunjung.

Di Indonesia, Henna kadang disebut inai, paci, dan pacar, terbuat dari bahan alami daun tanaman pacar. Biasanya digunakan sebagai alternatif “tato” sementara untuk siapa saja yang ingin melukis bagian tubuh mereka dengan pola, motif atau gambar. Biasanya, kaum perempuan yang menggunakannya. Kebanyakan di punggung telapak tangan.

Baca juga : Berziarah Ke Makam Ibnu Batutah

Meski sifatnya sementara, Henna bisa bertahan hingga satu bulan. Warna cokelat Henna lama-kelamaan pudar dan hilang dari kulit.

Seorang perempuan sempat menawari saya “ditato” Henna, yang sudah siap diaplikasikan. Namun buru-buru saya tolak ramah. Hehehe.

Saya lebih tertarik pada pemandangan dua lautan ini. Karena di sini, pemandangannya memang pas, mengarah ke lautan. Sayangnya, mungkin karena kondisi cuaca hari itu --padahal siang hari bolong dan cerah, namun saat kami tiba di sini, tak terlihat garis pertemuan dua lautan itu.

Sebuah restoran dan cafe tersedia dekat Mercusuar Cape Spartel. [ Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id ]

Baca juga : Tanger Med, Pelabuhan Raksasa Selemparan Batu Dari Spanyol

Konon, di sinilah juga tempat pertemuan antara Nabi Musa AS dan seorang yang dianggap lebih tinggi ilmunya --sebagian ulama Muslim menyebutnya Nabi Khidir AS, sebagaimana digambarkan dalam surah ke-18 atau Surah Al-Kahfi, ayat ke-60 hingga 82 itu.

Pada terjemah ayat ke-60 itu berbunyi, “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."

Di sini kami melihat-lihat sebentar dan, tentu, berfoto. Lalu kami melanjutkan naik mobil, ke atas lagi, ke lokasi Mercusuar Cape Spartel yang ikonik itu, hingga jadi daya tarik utama daerah ini. Berdiri di ketinggian 30 meter, mercusuar ini adalah yang pertama dari jenisnya di sepanjang garis pantai Maroko.

Baca juga : Dakhla, Surga Nan Sejuk Di Tengah Sahara

Gaya arsitekturnya mencerminkan pengaruh Arab, dan masih berfungsi hingga saat ini, memandu kapal-kapal trans-Atlantik dengan cahaya yang terlihat hingga 23 mil laut.

Tak jauh dari mercusuar ini juga ada Café dan Restaurant Cap Spartel. Cukup luas. Tempatnya malah agak sedikit ke atas lagi. Sehingga menawarkan pemandangan indah pertemuan dua lautan tadi. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.