Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cari Solusi Carut Marut Dunia Global
FPCI Gelar Diskusi 15 Jam Nonstop
Minggu, 8 September 2024 13:13 WIB
Sebelumnya
Tujuan dibentuknya GTH, lanjut Dino, untuk menjaga dialog antarnegara pada saat ruang dialog semakin menyempit, dan bahwa posisi Pemerintah mengenai banyak masalah di dunia yang penuh persaingan semakin mengeras.
“Kami berharap, para pembuat kebijakan akan mendengarkan suara masyarakat sipil dan muncul solusi dari percakapan ini, yang akan berguna bagi para pemimpin dunia yang ikut pada bagian diskusi ini,” tutur mantan Juru Bicara Presiden SBY bidang Luar Negeri ini.
Baca juga : Bemomio Berikan Solusi Bagi Wanita Agar Sirklus Haidnya Lancar
Dia berharap, para pemimpin dunia dan Pemerintah akan mendengarkan suara masyarakat sipil, dan akan melibatkan masyarakat sipil sebagai mitra dan bagian solusi global.
Mengambil tema ‘Keeping Course: Actions and Solutions for a Messy World’, Global Town Hall mempertemukan berbagai sektor untuk berdiskusi dan berdebat dengan mutu tinggi, tentang keadaan dunia yang melibatkan para pemikir terkemuka di seluruh dunia.
Baca juga : Dua Mobil Watermist Bakal Wara-wiri Di Jalan Protokol
Sejak 2020, FPCI telah memprakarsai dan menjalankan konsorsium internasional yang terdiri dari lembaga pemikir terkemuka, universitas, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi nonpemerintah untuk menyelenggarakan GTH.
Acara ini merupakan upaya kolaboratif antara lebih dari 150 mitra yang berpartisipasi dari seluruh dunia. Sejak 2022, Global Town Hall telah diselenggarakan oleh FPCI bekerja sama dengan Global Citizen.
Baca juga : Kolaborasi Jamkrindo Dan ADFIM Gelar Diskusi Penjaminan Bagi Asosiasi Keuangan Malaysia
Global Town Hall telah mengumpulkan lebih dari 30.000 orang dari lebih dari 140 negara. Konferensi virtual ini menampilkan pidato dari Presiden Komisi Eropa, Menteri Luar Negeri Indonesia, Australia, Tiongkok, Uni Eropa, Uni Emirat Arab, Prancis, Afrika Selatan, India, Rusia, dan para pemimpin berbagai organisasi internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya