Dark/Light Mode

Cerita Kandidat Capres AS

Nggak Sanggup Kumpulin Dana Kampanye, Kamala Harris Mundur

Jumat, 6 Desember 2019 09:24 WIB
Kamala Harris (Foto AP/Chris Carlson)
Kamala Harris (Foto AP/Chris Carlson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kandidat calon presiden dari kubu Demokrat, Kamala Harris, mundur dari kontestasi karena merasa tidak bisa bersaing dengan kandidat lainnya dalam mengumpulkan dana kampanye.

KeluarnyaHarris menyisakan 15 kandidat dari kubu Demokrat yang akan bersaing untuk maju ke Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), November 2020. Harris mengikuti langkah Gubernur Montana Steve Bullock dan bekas anggota Kongres Joe Sestak yang juga keluar dari daftar kandidat capres Demokrat.

“Saya sudah menimbang hal ini dari banyak sudut dan saya memikirkan berhari-hari. Saya harus sampaikan keputusan terberat dalam hidup saya,” ujar Harris (55) kepada pendukungnya via surat elektronik dikutip Reuters.

Baca juga : Lima Bandara AP II Sukses Selenggarakan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji

“Kampanye saya menuju kursi presiden tidak bisa dilanjutkan karena masalah keuangan,” akunya. Tak hanya kesulitan dana. Harris juga berusaha logis dengan melihat hasil poling. Jajak pendapat Ipsos menunjukkan, Harris terdepak dari posisi lima besar setelah Michael Bloomberg ikut dalam persaingan ini.

Harris mengakui, tidak bisa memaksakan diri untuk terus berkampanye saat dana mulai menipis. “Saya bukan miliarder. Saya tidak bisa mendanai kampanye saya sendiri,” kata Harris.

Senator Elizabeth Warren, salah satu dari kandidat yang menyayangkan mundurnya Harris. Tapi Warren mendukung niat Harris. “Kamala benar, pola kampanye kami jadi kacau saat ada miluner ikut mencalonkan diri,” ujarnya.

Baca juga : Mbappe Harus Nunggu Musim Depan Ke Madrid

Harris sangat vokal terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Harris berulang kali menyerukan pemakzulannya. Trump bereaksi terhadap pengunduran diri Harris dengan cuitan Twitter.

“Sayang sekali. Kami akan merindukanmu,” cuit Trump dalam akun pribadinya.

Kicauan itu langsung dibalas Harris. “Jangan khawatir, Pak Presiden. Sampai jumpa di persidangan Anda,” sahutnya.

Baca juga : SBY: Jangan Bawa Kita Ke Petaka Besar

Harris telah menjadi pelopor politik. Dia menjadi wanita kulit hitam kedua yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Namun, popularitasnya tidak pernah bisa naik dalam beberapa bulan belakangan karena dia tidak memiliki isu domestik yang mencolok. Dia pernah membuat kesalahan dalam debat dengan mengatakan akan menghapus asuransi kesehatan pribadi dan menggantinya dengan kebijakan kesehatan universal.

Sejak saat itu, jumlah dukungan Harris tidak pernah lebih tinggi dari 15 persen. Meski berusaha menggunakan gaya kampanye Barack Obama, dengan mengumpulkan dukungan pemilih Afro-Amerika, hispanik, milenial dan pemilih mengambang, Harris tidak bisa menggeser posisi Joe Biden. Sedangkan Joe Biden tetap berada di puncak poling dukungan berkat popularitasnya selama mendampingi Barack Obama sebagai wakil presiden. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.