Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat tak ingin Bank Dunia memberikan pinjaman ke China. Alasannya karena dana utangan digunakan untuk memberi bantuan negara-negara yang lemah secara ekonomi.
Permintaan ini diutarakan Presiden Donald Trump. "Mengapa Bank Dunia meminjamkan uang ke China? Untuk apa? China punya banyak uang. Mereka bisa buat banyak uang. Berhenti beri pinjaman ke China," ujar Trump dikutip AFP, Sabtu (7/12).
Baca juga : Garuda Indonesia Semoga Bisa Kembali Terbang Tinggi
Senada, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada komite Dewan Perwakilan Rakyat, AS keberatan dengan program pinjaman dan proyek multi-tahun lembaga ke China.
Program itu tetap disahkan pada Kamis lalu. Namun mereka berencana mengurangi pinjamannya ke China.
"Program ini mencerminkan evolusi hubungan kita dengan China," ujar Martin Raiser, Direktur Negara Bank Dunia untuk China.
"Hubungan kita akan semakin selektif."
Baca juga : Rencana Pemindahan Ibu Kota Ikut Dikupas di FGD KBRI Den Haag
China disebut menggunakan uang pinjaman dari Bank Dunia untuk digunakan sebagai uang bantuan ke negara lain. Presiden Xi Jinping disebut meminjamkan ratusan miliar dolar dananya untuk negara-negara miskin melalui Belt and Road Initiative (BRI).
"Bank Dunia, menggunakan dolar dari pajak warga Amerika, (sehingga) tidak boleh meminjamkan uang kepada negara-negara kaya yang melanggar hak asasi warga mereka dan berusaha untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah baik secara militer maupun ekonomi," kata Ketua Komite Keuangan Senat Charles Grassley.
Baca juga : Bank Mega Luncurin Chatbot Mila
Dia merujuk pada dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang, China. Di mana kamp-kamp penahanan untuk Muslim Uighur dibangun.
Namun, pengurangan dana itu tidak cukup bagi AS yang berpendapat bahwa negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu cukup kaya untuk membiayai dirinya sendiri dan tidak bergantung pada pinjaman dari Bank Dunia, yang seharusnya memberi pinjaman ke negara-negara miskin.
Berdasarkan catatan Bank Dunia, China dilaporkan meminjam hingga 1,5 miliar dolar AS (Rp 21 triliun). Pinjaman ini sudah disetujui Dewan Bank Dunia. China mendapat bunga rendah dan tenor 5 tahun alias sampai 2025. Utang ini bukan yang pertama. China juga pernah mendapat pinjaman senilai 1,3 miliar dolar AS pada awal 2019 dan 2,4 miliar dolar AS di 2017 lalu. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya