Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemhan Rusia: Ukraina Serang Bryansk Pakai 6 Rudal Balistik Bikinan AS
Selasa, 19 November 2024 19:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, Ukraina telah menembakkan enam rudal balistik ATAMCS bikinan AS ke sebuah fasilitas di wilayah Bryansk, Selasa (19/11/2024) pukul 03.25 waktu setempat.
Langkah ini dilakukan Ukraina, setelah pemerintahan Joe Biden memberikan lampu hijau kepada Kiev untuk menggunakan senjata jarak jauh, dalam menyerang wilayah dalam Rusia.
“Menurut informasi yang telah kami dalami, serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal operasional-taktis bikinan Amerika (ATAMCS),” kata Kemhan Rusia, seperti dilansir CNN International, Selasa (19/11/2024).
Lima dari enam serangan rudal jarak jauh ini berhasil dipatahkan Pertahanan Udara Rusia. Satu sisanya, rusak.
Baca juga : Wujudkan Iklim Politik Damai, Peran Strategis Desk Pilkada Perlu Ditingkatkan
Puing rudal rusak yang jatuh di wilayah fasilitas militer, dilaporkan menyebabkan kebakaran. Namun, si jago merah berhasil dijinakkan saat itu juga. Tidak ada korban atau kerusakan.
Konfirmasi Ukraina
Melansir BBC, Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang gudang amunisi di wilayah Bryansk, Rusia. Tanpa merinci jenis senjata yang digunakan.
Serangan terhadap depot yang berjarak sekitar 100 km dari perbatasan di dekat Kota Karachev itu menyebabkan 12 ledakan sekunder.
Perubahan Doktrin Nuklir
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui perubahan doktrin nuklir Rusia, Selasa (19/11/2024). Perubahan ini menetapkan kondisi baru yang akan dipertimbangkan negara tersebut, untuk menggunakan persenjataannya.
Baca juga : Perlu Anda Tahu, Nutrisi Yang Baik Pada Ibu Hamil Bisa Cegah Autisme Dan ADHD
Prinsip dasar doktrin itu menyebutkan, penggunaan senjata nuklir merupakan langkah terakhir untuk melindungi kedaulatan negara. "Munculnya ancaman dan risiko militer baru, mendorong Rusia untuk memperjelas ketentuan penggunaan senjata nuklir," demikian pemberitaan TASS, Selasa (19/11/2024).
Secara khusus, doktrin yang diamandemen tersebut memperluas jangkauan negara dan aliansi militer yang menjadi sasaran pencegahan nuklir. Serta daftar ancaman militer yang ingin dilawan dengan pencegahan tersebut.
Dokumen pengganti doktrin nuklir 2020 itu juga menyatakan, Rusia memandang setiap serangan oleh negara non-nuklir yang didukung oleh kekuatan nuklir sebagai serangan gabungan.
Selain itu, Moskow juga berhak mempertimbangkan respons nuklir terhadap serangan senjata konvensional yang mengancam kedaulatannya, peluncuran pesawat, rudal, dan pesawat nirawak musuh dalam skala besar yang menargetkan wilayah Rusia, penyeberangan ke perbatasan Rusia, dan serangan terhadap sekutunya, Belarus.
Baca juga : Pakai AI, BRIN Analisis Produk Makanan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya