Dark/Light Mode

Duta Besar Kazakhstan Untuk Indonesia Daniyar Sarekenov

Lewat Kazakhstan, RI Bisa Masuk Pasar Asia Tengah dan Eurasian Economic Union

Senin, 16 Desember 2019 08:15 WIB
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov

 Sebelumnya 
Ada program Anda untuk meningkatkan kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan dan investasi?

Ya, kita perlu menyelesaikan hal dasar seperti memperbaiki dasar legal. Misalnya, kita belum punya kesepakatan seputar perlindungan dan jaminan untuk investasi mutual. Kita juga belum punya kesepakatan avoidance on double taxation. Ini adalah kesepakatan dasar yang harusnya dimiliki kedua negara yang ingin melebarkan kerja sama perdagangan dan ekonomi. Kita berusaha mendorong kedua pemerintah untuk menandatangani kesepakatan dasar ini.

Sebenarnya, Indonesia-Kazakhstan punya Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi. Badan ini diisi pejabat kementerian kedua negara. Dari Kazakhstan, dipimpin Kementerian Perekonomian Nasional. Sementara dari sisi Indonesia, dipimpin Kementerian Koordinator Perekonomian.

Baca juga : Dorong Kedua Negara Berkembang Bersama

Saya harap, tahun depan saya bisa bertemu Menko Perekonomian untuk membahas program peningkatan kerja sama dan pertemuan kedua Komisi Bersama. Pertemuan pertama digelar di Jakarta pada 2013. Rencananya, tahun depan kami akan menggelar pertemuan kedua di Nur-Sultan, Kazakhtan.

Kami ingin bikin rencana pertemuan kedua tahun depan dan menyarankan dibentuknya working group yang mengurusi sektor yang lebih spesifik seperti kelompok bagian investasi, perdagangan, energi, pariwisata.

Dengan adanya working group ini, mereka bisa lakukan pertemuan lebih sering dan membahas isu spesifik. Jika sudah selesai semuanya, working group ini bisa menyerahkan hasil laporan mereka ke menteri terkait dan kita mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk komisi ini. Jadi ini akan lebih efektif.

Baca juga : Menari Bersama Menteri Ignasius Jonan

Kami juga ingin maksimalkan kerja sama antar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kedua negara. Karena Kadin memayungi perusahaan. Jadi, akan mudah melakukan pertemuan dan kerja sama bisnis antar perusahaan lewat kerja sama antar Kadin.

Kami bisa kirim delegasi bisnis Kazakhstan ke Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Ini adalah cara terbaik meningkatkan kerja sama bisnis. Yaitu, mendekatkan mereka.

Cara lain untuk meningkatkan kerja sama bilateral kita, di semua sektor, yang utama menurut saya adalah untuk membuka jalur penerbangan langsung. Saat ini, cara termudah dan terdekat dari Indonesia ke Kazakhstan harus transit via Malaysia.

Baca juga : Mencari Resep Manjur Di Era Ekonomi Digital

Selain itu, sejak awal November ini, pemerintah Kazakhstan menawarkan open sky policy kepada maskapai penerbangan asing. Jadi, kini maskapai penerbangan dari negara manapun, misalnya Garuda, bisa mendarat di Kazakhstan dan lanjut ke negara tujuan. Dengan begini, Garuda bisa menurunkan penumpang di Kazakhstan dan menaikkan penumpang dari Kazakhstan untuk terbang ke negara tujuan lain.

Baru-baru ini, saya bertemu Direktur Komersial Garuda untuk membahas penerbangan langsung. Namun, sejauh ini belum ada perkembangan lanjutan. Karena ini tidak bisa otomatis dilakukan. Perlu ada risetnya, apakah jalur ini menguntungkan secara komersial.

Saya tetap berharap akan ada penerbangan langsung Jakarta ke Kazakhstan. Coba bayangkan, dengan adanya penerbangan langsung, turis Indonesia akan lebih mudah ke Kazakhstan. Apalagi sejak 1 Oktober 2019, masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Kazakhstan tidak perlu visa, hanya beli tiket dan bisa menikmati Kazakhstan. Mereka bisa bertemu teman, rekan bisnis, ikut pameran dan masih banyak lagi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.