Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintahan Assad Tumbang
Rakyat Suriah Pesta Di Jalan
Senin, 9 Desember 2024 06:20 WIB
Sebelumnya
Perang Suriah kembali bergejolak sejak 27 November 2024 setelah empat tahun gencatan senjata yang diprakarsai Turki, Rusia dan Iran.
Perang Suriah telah melibatkan kekuatan asing yang membelah Suriah menjadi tiga bagian. Satu bagian dikuasai Pemerintah, bagian lain dikendalikan berbagai kelompok oposisi dan satu bagian lainnya dikontrol kelompok Kurdi.
Sebelum serangan kilat pasukan oposisi bersenjata yang dipimpin Hayat Tahrir al-Sham merebut Kota Aleppo pada 29 November 2024, Suriah terbagi atas wilayah kekuasaan Pemerintah sekitar 60 persen di kota Damaskus di wilayah selatan, Kota Homs di tengah dan sebagian wilayah barat Provinsi Latakia. Pemerintah Suriah dan militernya mendapat dukungan Rusia, Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Tak Ada WNI Jadi Korban
Baca juga : Sah, HP Hasto Jadi Barang Bukti Kasus Harun Masiku
Indonesia memberikan perhatian terhadap situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk perkembangan terakhir di Suriah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah Soemirat, pada press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (5/12/2024), mengatakan, Dewan Keamanan (DK) PBB beserta anggota PBB sudah dua kali melakukan rapat untuk membahas situasi di Suriah.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemlu Judha Nugraha menambahkan, dari informasi yang dia terima, korban tewas sudah mencapai ratusan orang. Korban jiwa terdiri dari pihak oposisi, Pemerintah maupun warga sipil. Untungnya, tidak ada WNI yang menjadi korban.
Baca juga : Nadia Vega, Kangen Nasi Uduk, Mudik Ke Tanah Air
Angka sebaran WNI yang ada di Suriah, yakni 1.162 orang. 29 orang ada di Aleppo dan 6 di Hama. WNI lainnya juga tersebar. Mayoritas ada di Damaskus. Dari 1.162 ini bekerja di sektor domestik dan pelajar.
Judha mengatakan, Kemlu segera berkoordinasi dengan KBRI Damaskus setelah terjadi eskalasi pada 27 November lalu.
Beberapa wilayah Suriah telah ditingkatkan menjadi siaga 1, yaitu Aleppo, Idlib, Hama, Deir Ez-Zor, Hasaka, Raqqa, Daraa dan Suwaida.
Baca juga : Rajin Silaturahmi, Prabowo-Jokowi Satu Frekuensi
“Itu provinsi-provinsi yang kita nilai berbahaya dan dapat mengancam keselamatan WNI. Sedangkan provinsi-provinsi yang lain ditetapkan siaga 2,” kata Judha.
Sebagai informasi, wilayah Deir Ez-Zor Hasaka Raqqa ini sudah ditetapkan siaga 1 sejak 2023. Aleppo, Idlib, Hama, Daraa dan Suwaida menjadi wilayah baru yang ditetapkan menjadi siaga 1. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 9 Desember 2024 dengan judul "Pemerintahan Assad Tumbang, Rakyat Suriah Pesta Di Jalan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya