Dark/Light Mode

Kebijakan Perselisihan Agama di Asia Kontemporer

Senin, 9 Desember 2024 14:41 WIB
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)

 Sebelumnya 
1.2. Timur Tengah

Perselisihan antara Syiah dan Sunni, yang dimulai pada masa Kekhalifahan Islam, meluas pada abad-abad berikutnya karena campur tangan asing dan kepentingan kolonial. Perang Iran-Irak (1980-1988) adalah contoh nyata eksploitasi perselisihan ini di tingkat regional. Selain itu, konflik di Suriah, Yaman, dan Bahrain juga menunjukkan berbagai dimensi perselisihan tersebut.

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

Persaingan geopolitik di antara beberapa negara telah memicu perselisihan-perselisihan ini. Selain itu, munculnya kelompok teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda, yang berupaya menciptakan kekhalifahan Islam dengan interpretasi Islam yang ekstrem, telah menyebabkan meningkatnya kekerasan dan kerusuhan di wilayah tersebut.

1.3. Cina dan Tibet

Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek

Ketegangan agama dan politik antara pemerintah Tiongkok dan umat Buddha Tibet, terutama di bawah kepemimpinan Dalai Lama, termasuk dalam sejarah panjang penindasan dan resistensi agama. Dalam beberapa dekade terakhir, kebijakan pemerintah Tiongkok di bidang "asimilasi budaya" telah menimbulkan protes luas dari umat Buddha. Isu ini masih menjadi salah satu isu sensitif politik dan agama di negeri ini.

1.4. Asia Tenggara

Baca juga : Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat

Di Malaysia dan Indonesia, sejarah interaksi dan ketegangan agama antara Muslim dan minoritas Kristen dan Budha memberikan banyak contoh hidup berdampingan secara damai (toleransi) dan pada saat yang sama ketegangan agama.

Di Myanmar, terjadi kekerasan yang meluas terhadap Muslim Rohingya, yang menyebabkan mereka terpaksa mengungsi dan melakukan migrasi paksa. Begitu pula di Thailand, konflik antara umat Islam dan umat Buddha di bagian selatan negara ini telah menimbulkan keresahan dan kekerasan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.