Dark/Light Mode

Kebijakan Perselisihan Agama di Asia Kontemporer

Senin, 9 Desember 2024 14:41 WIB
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)

 Sebelumnya 
2. Faktor Eskalasi Perselisihan Agama

Di era kontemporer, beberapa faktor utama telah memicu semakin intensifnya perselisihan agama di Asia:

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

2.1. Penggunaan Instrumental Agama dalam Politik

Politisi di berbagai negara menggunakan agama sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan atau menekan oposisi. Isu ini dapat memperkuat partai dan kelompok ekstremis serta memperparah perselisihan agama.

Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek

Contoh: Di Myanmar, tentara, dengan dukungan ekstremis Buddha, membunuh Muslim Rohingya dan mengubah masalah ini menjadi krisis kemanusiaan internasional. Krisis ini tidak hanya menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, namun juga menimbulkan kecaman luas di seluruh dunia. Selain itu, di India, beberapa partai politik menggunakan fanatisme agama untuk memperkuat basis suara mereka.

2.2. Ketimpangan Ekonomi dan Sosial

Baca juga : Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat

Banyak kelompok minoritas agama di berbagai negara menghadapi diskriminasi ekonomi, pendidikan dan sosial. Ketimpangan ini dapat meningkatkan perasaan terpinggirkan dan ketidakpuasan di kalangan kelompok minoritas dan memicu eskalasi perselisihan agama.

Contoh: Di Sri Lanka, diskriminasi terhadap umat Hindu Tamil yang dilakukan oleh mayoritas Buddha Sinhala menyebabkan perang saudara yang berkepanjangan di negara tersebut. Diskriminasi ini terlihat jelas dalam alokasi sumber daya dan kesempatan kerja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.