Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sampaikan Kebijakan Luar Negeri Setahun Ke Depan
Menlu RI: Diplomasi Indonesia Tetap Bebas Aktif
Jumat, 10 Januari 2025 21:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - 2025, menjadi tahun pertama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM). Ia menyampaikan langkah-langkah kebijakan luar negeri Indonesia selama setahun ke depan. Ditegaskannya, diplomasi Indonesia yang tetap bebas aktif di tengah solidaritas internasional yang memudar.
PPTM 2025 diselenggarakan di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri(Kemlu), Jakarta, Jumat (10/1/2025). Menlu Sugiono tiba tepat pukul 10.00 WIB, mengenakan jas hitam lengkap dan berpeci. Ia menyalami undangan yang terdiri para pejabat Kemlu, para Duta Besar (Dubes) Indonesia maupun Dubes asing, dan tamu kehormatan, sebelum menempati tempat duduknya.
Baca juga : Mantan Menlu Hassan Wirajuda Dilantik Jadi Rektor Prasetiya Mulya
Menlu Sugiono duduk diapit di antara dua mantan Menlu. Yakni Menlu periode 1999-2001, Alwi Shihab dan Menlu periode 2001-2009, Hassan Wirajuda. Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono didampingi tiga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu). Yakni Wamenlu Arrmanatha Nasir, Wamenlu Arif Havas Oegroseno dan Wamenlu Anis Matta.
Sugiono menggantikan Menlu Retno Marsudi, yang menjabat sejak tahun 2014 hingga 2024. Namun, Retno tidak bisa menghadiri acara PPTM 2025 pada Jumat pagi itu.
Baca juga : Ribuan Lansia S1-S3 Diwisuda, Mendukbangga Wihaji Harap Lansia Tetap Produktif
Sugiono mengawali pidatonya dengan mengapresiasi kepemimpinan para senior dan pendahulunya yang memimpin Kemlu. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa diplomasi Indonesia terus maju pada 2025.
“Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan juga kepada para insan diplomasi Indonesia atas kerja keras dan pengabdian luar biasa yang telah dilakukan selama ini,” kata Sugiono.
Baca juga : Dino Berharap Presiden dan Menlu Bisa Hadir
Mantan Wakil Komisi I DPR itu juga berkomitmen membawa Indonesia mewujudkan perdamaian serta kesejahteraan bagi dunia. Sebab, sejarah diplomasi Indonesia konsisten menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pelopor perubahan. Indonesia selalu menjadi bagian dari solusi, serta jembatan berbagai perbedaan.
“Namun, tentu saja, jembatan itu tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus bisa dilalui bersama. Seperti pesan Presiden Prabowo Subianto, saya kutip: Bahwa kemakmuran hanya bisa datang dari perdamaian. Kedamaian datang dari pemahaman. Dan pemahaman datang dari keterlibatan dan negosiasi,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya