Dark/Light Mode

Sampaikan Kebijakan Luar Negeri Setahun Ke Depan

Menlu RI: Diplomasi Indonesia Tetap Bebas Aktif

Jumat, 10 Januari 2025 21:30 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono berfoto bersama jurnalis dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2025, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (10/1/2025). (Foto Istimewa)
Menteri Luar Negeri Sugiono berfoto bersama jurnalis dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2025, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (10/1/2025). (Foto Istimewa)

 Sebelumnya 
Menlu Kabinet Merah Putih itu juga mengingatkan, dunia dihadapkan pada berbagai krisis yang saling berkaitan, atau polikrisis. Konflik semakin terbuka dan persaingan geopolitik yang semakin memanas.

Tantangan lainnya, seperti krisis pangan, energi, dan udara bisa melemahkan kondisi kerawanan global. Perkembangan teknologi juga menjadi tantangan terhadap perdamaian dan stabilitas global. Ironisnya, di tengah berbagai tantangan, solidaritas dan kerja sama global justru memudar.

Baca juga : Mantan Menlu Hassan Wirajuda Dilantik Jadi Rektor Prasetiya Mulya

Politisi Gerindra itu mengatakan, Indonesia akan menempatkan dirinya sesuai dengan marwahnya di panggung dunia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan berperan sebagai sebuah negara besar, dan mitra terpercaya, serta tetangga yang baik.

Dia memaparkan beberapa isu yang akan menjadi perhatian Indonesia setahun mendatang. Salah satunya, terkait keanggotaan Indonesia di BRICS. Organisasi yang diinisiasi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, terus memperluas keanggotaannya.

Baca juga : Ribuan Lansia S1-S3 Diwisuda, Mendukbangga Wihaji Harap Lansia Tetap Produktif

Sugiono menegaskan, keanggotaan Indonesia di dalam BRICS menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara penting. Sebab, keputusan ini bukan hasil kerja semalam, melainkan buah dari kiprah konsistensi dan keteguhan diplomasi Indonesia selama puluhan tahun.

"Awalnya banyak pihak yang mempertanyakan keputusan Indonesia masuk sebagai anggota BRICS dan dianggap sebagai sesuatu yang melenceng dari prinsip politik luar negeri kita yang bebas aktif. Namun justru sebaliknya, keanggotaan Indonesia di BRICS adalah wujud politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif itu sendiri,” kata Sugiono.

Baca juga : Dino Berharap Presiden dan Menlu Bisa Hadir

Selanjutnya, Sugiono memastikan bahwa Indonesia tidak akan pernah meninggalkan perjuangan Palestina. Menurutnya, Indonesia akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Bila diminta Dewan Keamanan (DK) PBB, Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian (UN Peacekeepers) ke wilayah itu.

Menjelang akhir pidatonya, Sugiono juga menyinggung pelindungan WNI di luar negeri yang tetap menjadi prioritas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.