Dark/Light Mode

Menlu Prancis Kunjungi Indonesia

Pertemuan Macron-Prabowo Tonggak Perdamaian Dunia

Jumat, 28 Maret 2025 06:20 WIB
Menlu Prancis Jean-Noel Barrot (kiri) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto (kanan) untuk membahas rencana kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dijadwalkan pada Mei 2025, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto: Dok SETPRES).
Menlu Prancis Jean-Noel Barrot (kiri) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto (kanan) untuk membahas rencana kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dijadwalkan pada Mei 2025, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto: Dok SETPRES).

 Sebelumnya 
Sugiono menyambut baik misi latihan militer Angkatan Laut Prancis di kawasan Indo-Pasifik, La Pérouse pada Januari 2025.

Kedua Menlu juga sepakat melanjutkan dialog 2+2 (two plus two) antara Menlu dan Menteri Pertahanan untuk membahas isu-isu di kawasan dan global.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Prancis terhadap upaya perdamaian di Palestina dan Ukraina. Indonesia menegaskan komitmennya pada perdamaian dunia dan penyelesaian konflik secara damai,” kata Sugiono.

Baca juga : Digoda Justin Hubner

Di bidang ekonomi, kedua negara mencatat stabilitas perdagangan dengan nilai 2,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 39 triliun) pada 2024. Sementara investasi Prancis di Indonesia terus meningkat, mencapai 328,1 juta dolar AS pada tahun yang sama (sekitar Rp 5,4 triliun).

Sugiono berkomitmen mensukseskan kunjungan Presiden Prancis Macron ke Indonesia. Dia berharap, kunjungan tersebut mencapai kesepakatan yang memberikan manfaat kedua negara.

Selain Presiden Prabowo dan Sugiono, Barrot juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Markas ASEAN. Dia menegaskan dukungan Prancis terhadap sentralitas ASEAN. Dia juga membahas kemajuan pelaksanaan kemitraan Prancis dan ASEAN. Termasuk dalam bidang energi, budaya dan industri kreatif.

Proyek GPS

Baca juga : Rupiah Masih Loyo, Airlangga: Biasa Saja

Sementara Di Wisma Prancis, Barrot menyaksikan acara penandatanganan surat pernyataan kehendak antara Expertise France dan Uni Eropa untuk proyek Global Ports Safety (GPS).

Global Ports Safety merupakan sebuah prakarsa yang bertujuan untuk menjamin ketahanan pelabuhan dan rantai pasokan antara Asia dan Eropa. Kegiatan ini dilakukan melalui peningkatan keselamatan pelabuhan di dua belas pelabuhan di delapan negara di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk di Indonesia.

Project Manager GPS Victoria Dussardier menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola risiko dan mengurangi bahaya alam yang dapat menyebabkan kecelakaan teknis.

Baca juga : Digitalisasi Pertanahan Cegah Sengketa Agraria

Fokus utamanya adalah mencegah kecelakaan keamanan seperti yang terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon, baru-baru ini. Proyek ini juga memastikan konektivitas yang aman serta ekonomi yang berkelanjutan antara negara-negara di Asia dan Eropa.

“Dana sebesar 8,5 juta euro (sekitar Rp 140,25 miliar) akan dibagikan secara regional kepada delapan negara, bukan dialokasikan untuk Indonesia secara spesifik. Proyek ini lebih berfokus pada bantuan teknis yang mencakup pelatihan, lokakarya, latihan darurat, dan pemberian peralatan untuk respons kecelakaan di pelabuhan,” jelasnya. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 28 Maret 2025 dengan judul "Menlu Prancis Kunjungi Indonesia Pertemuan Macron-Prabowo Tonggak Perdamaian Dunia"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.