Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (6)
3 Ledakan Terdengar Dari Fasilitas Nuklir
Sabtu, 12 April 2025 16:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15-24 Maret 2025, jurnalis Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi mengunjungi kawasan Zaporozhye, wilayah Ukraina yang sudah bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum. Kawasan yang sempat menjadi wilayah pertempuran sengit Rusia vs Ukraina ini jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dekat garis pertempuran, yang kini masih terus terjadi. Berikut laporannya.
“Selamat datang di PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir -red). Anda semua sangat pemberani!” sapa Direktur PLTN Zaporozhye, Yuri Chernichuk.
“Kami sangat gembira dengan kedatangan Anda semua. Karena sangat penting untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di sini,” lanjutnya.
Baca juga : Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol
PLTN Zaporozhye memang amat vital. Fasilitas ini adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, dan salah satu dari 10 yang terbesar di dunia. Bila sebelumnya dikendalikan Ukraina, sejak 2022, PLTN yang dibangun Uni Soviet di dekat Kota Enerhodar ini, berada di bawah kendali Rusia.
Namun, fasilitas ini juga selalu terancam bahaya. Selain urusan nuklirnya, fasilitas tersebut juga berisiko terkena serangan sejak perang Rusia Vs Ukraina. Apalagi, saat kami berada di sini pada pertengahan Maret 2025, garis pertempuran bergeser hanya sekitar 5 kilometer dari sini.
Jurnalis 'Rakyat Merdeka & RM.id', Muhammad Rusmadi di Gerbang PLTN Zaporozhye. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka & RM.id]
Chernichuk memberikan penjelasan singkat tentang kondisi terkini PLTN. Termasuk menjawab pertanyaan kami, 9 jurnalis dari tujuh negara. Yaitu dua jurnalis Indonesia, dua jurnalis India dan masing-masing satu jurnalis dari Slovenia, Serbia, Georgia, Republik Ceko dan Kazakhstan.
Baca juga : Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom
Karena alasan teknis dan ketatnya prosedur pengamanan, akhirnya hanya lima orang dari kami yang diizinkan masuk. Yaitu dua jurnalis Indonesia, dan masing-masing satu jurnalis India, Slovenia serta Kazakhstan.
Secara terpisah, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov menegaskan, prosedur memasuki PLTN Enerhodar memang sangat ketat. Bahkan bagi warga Rusia sendiri.
Hal ini, kembali dijelaskan Direktur PLTN Yuri Chernichuk, demi memastikan keamanan. Mereka selalu menyampaikan apapun yang terjadi di PLTN kepada badan internasional, yang bertanggung jawab melakukan pengawasan. Yaitu; International Atomic Energy Agency (IAEA) atau Badan Tenaga Atom Internasional, organisasi di bawah PBB.
Baca juga : Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
“Semua yang ada di lingkungan PLTN ini selalu kami anggap serius. Dan setiap informasi, selalu kami sampaikan terbuka melalui website resmi kami. Di saat yang sama, militer Rusia juga selalu mengawasi secara serius. Tidak ada satu pun di sini yang dianggap remeh,” jaminnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya