Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kepada Negara Yang Nego Tarif Dengan AS, China Layangkan Ancaman
Rabu, 23 April 2025 08:05 WIB
Sebelumnya
“Jadi, saya tidak bisa berspekulasi apa yang akan terjadi ke depan, yang pasti Indonesia akan tetap memastikan bahwa kegiatan perdagangan dengan mitra dagang kita tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Lebih jauh, Djatmiko menyampaikan, jika ada kebijakan China yang merugikan Indonesia, maka Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan isu tersebut melalui jalur diplomasi. “Kalaupun ada isu di lapangan, selalu akan kita selesaikan di forum diplomasi,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menargetkan percepatan penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai bagian dari strategi menghadapi ketegangan dagang global.
Baca juga : Paus Wasiat Minta Dimakamkan Dalam Peti Berlapis Seng
“IEU-CEPA bukan hanya simbol kerja sama antar-kawasan, tapi juga jalan untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui penghapusan hambatan tarif, peningkatan akses pasar, dan kerja sama di sektor strategis lainnya,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Menurutnya, diversifikasi mitra dagang menjadi penting di tengah meningkatnya tensi global. Uni Eropa dinilai sebagai mitra yang stabil dan berkomitmen terhadap perdagangan yang adil dan berkelanjutan.
Prabowo Tunggu Laporan Airlangga
Baca juga : Saras Didukung Pengurus Dari Dalam & Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto menyatakan masih menunggu laporan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait perkembangan negosiasi tarif dengan AS. “Saya belum ketemu Pak Airlangga. Saya tidak tahu jam berapa dia datang, saya menunggu laporan beliau,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Selasa (22/4/2025).
Prabowo sebelumnya telah mengutus tim negosiasi yang terdiri dari Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menkeu Sri Mulyani untuk berdialog dengan sejumlah pejabat AS. Tim ini masih berada di Washington DC untuk merampungkan perundingan.
Airlangga sebelumnya menyebut, Indonesia mendapat sinyal positif dari AS dengan diberi waktu 60 hari untuk menyepakati perjanjian dagang. Poin negosiasi mencakup peningkatan impor komoditas AS seperti LPG, minyak mentah, gasolin, dan produk agrikultur. Pemerintah Indonesia juga membuka opsi pemberian insentif bagi perusahaan AS di dalam negeri.
Baca juga : 2 Paslon Ajukan Gugatan Ke MK
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengapresiasi proposal yang ditawarkan Indonesia yang dinilainya menyodorkan poin-poin konkret. “Ke depan, AS dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Selasa (22/4/2025).
Lutnick juga mendukung target penyelesaian dalam 60 hari dan menyarankan pembahasan teknis lanjutan dengan Departemen Perdagangan AS dan United States Trade Representative (USTR), untuk mempercepat kesepakatan final mengenai tarif Trump.
Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, perdagangan Indonesia dengan AS selalu surplus. “Surplus neraca perdagangan tertinggi dengan Amerika Serikat terjadi pada tahun 2022, yakni sebesar 16,57 miliar dolar AS,” ungkapnya, Senin (21/4/2025). [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya