Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kembali Digelar, Festival Indonesia di Moskow Targetkan 135 Ribu Pengunjung

Jumat, 17 Januari 2020 07:06 WIB
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi. (Foto Kemlu)
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi. (Foto Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow kembali menggelar Festival Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya. Festival Indonesia kelima ini akan digelar 31 Juli sampai 2 Agustus 2020.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi mengatakan, Festival Indonesia memiliki visi misi memberikan infomasi seluas-luasnya tentang Indonesia ke mata dunia, khusus di Rusia. Sehingga bisa meningkatkan kerja sama antar kedua negara.

“Target besarnya adalah bagaimana mengembangkan people to people contact. Karena kan ada persepsi yang salah di kedua negara. Kita menganggap ini negeri komunis, padahal komunis sudah mati. Sisi mereka mengingat Indonesia zaman Bung Karno,” kata Dubes Wahid kepada Rakyat Merdeka, di ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, kemarin.

Jadi lewat Festival Indonesia, Wahid berharap, orang Rusia semakin mengenal Indonesia. “Jadi menurut saya garis besarnya adalah diplomasi budaya,” terang Wahid.

Berita Terkait : ABC President Indonesia Tingkatkan Investasi di Pabrik Karawang

Rencananya, festival ini akan dilaksanakan di tempat yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni di Taman Krasnaya Persnya. Taman seluas 16,5 hektare di jantung kota Moskow. “Tempat disediakan wali kota setempat. Nanti juga akan diawali dengan bisnis forum pada 30 juli. Ini merupakan bisnis forum yang ketiga kalinya,” jelas Wahid.

Wahid menyampaikan, festival ini memberikan beberapa dampak positif untuk Indonesia. Baik untuk hubungan bilateral maupun dari sektor pariwisata. “Hubungan bilateral ada pengaruh ya. Misalnya untuk tempat festival ini saja kan dari kantor Wali Kota Moskow. Untuk pariwisata, penambahan wisatawan jelas itu dampak dari Festival Indonesia ini,” katanya.

Selain itu, Wahid menegaskan, ada dampak positif terhadap ketertarikan warga Rusia terhadap Bahasa Indonesia. Dia mengklaim jumlah peminat warga Rusia untuk belajar Bahasa Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

“Pengajaran Bahasa Indonesia meningkat lagi, dulu mau tutup namun sekarang mau buka lagi. Bahkan ada tambahan satu di universitas, yakni Kazan Federal University. Di sana membuka jurusan Bahasa Indonesia sejak dua tahun lalu dan setiap tahun penambahan mahasiswanya cukup signifikan. Belum lagi kursus-kursus di kedutaan, bahkan kita sudah banyak menolak,” imbuhnya.

Berita Terkait : PBNU: Sebelum Dipulangkan Ke Indonesia, WNI di Suriah Harus Diperiksa Dulu

Dari seni budaya, dampak itu terlihat dari minat untuk belajar berbagai seni. “Di KBRI ada satu sanggar tari seluruhnya orang Rusia. Sudah menguasai tarian seperti Jaipong dan kontemporer. Kita juga ada grup Gamelan yang bernama Dadali. Ini baru ada setelah festival kita bikin. Pernah juga mengiringi wayang kulit yang baru pertama kali diadakan di Moskow. Bahkan grup ini sudah ada tawaran di luar kota.”

Wahid menyebutkan, untuk festival tahun ini menargetkan jumlah pengunjung festival dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Selain itu, dia juga mengharapkan, jumlah transaksi ikut meningkat. “Tahun lalu itu menurun ya sekitar 117 ribu pengunjung dari sebelumnya 135 ribu pengunjung," katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena perubahan suhu dan hujan. Ada demo juga sehingga internet diblok. "Ya mudah-mudahan targetnya 135 ribu pengunjung pada tahun ini. Kalau tahun lalu 10,7 juta dolar AS, kita harapkan transaksi mudah-mudahan mencapai 15 juta dolar AS,” sebutnya.

Wahid menuturkan, banyak UMKM yang berminat mengisi booth-booth di festival ini. Bahkan pihak KBRI harus menyeleksi dengan ketat dari para pendaftar. “Permintaan dari UMKM banyak sekali. Misalnya tahun lalu itu ada 120-an pendaftar dari 75 booth yang kita siapkan. Akhirnya kita seleksi yang mempunya izin, kemampuan ekspor dan produknya apa. Paling banyak itu fashion ya. Bahkan baju yang dipakai peragawati habis dibeli,” katanya.

Berita Terkait : FIT Targetkan 7 Ribu Pelanggan DigKontrol

Wahid menambahkan, namun hingga saat ini belum ada kepastian beberapa provinsi atau kota yang akan terlibat dalam festival ini. Namun dia yakin, daerah yang sebelumnya sudah terlibat di tahun sebelumnya pasti akan ikut pada tahun ini.

“Saya sudah bicara dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Jabar baru dua kali, Banten ada minat, Jakarta dan Aceh setiap tahun. Saya yakin yang sudah ikut tetap ikut,” pungkasnya.[NNM]