Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Evakuasi Warga Asing Dari China Daratan
Bos WHO Bilang, Itu Nggak Perlu...
Selasa, 28 Januari 2020 16:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Angka kematian akibat new coronavirus di China daratan terus bertambah. Sejak pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019, virus tersebut telah menjangkiti 4.614 orang, yang berakhir dengan 106 kasus kematian.
Dengan 1.771 tambahan kasus di China daratan, yang dikonfirmasi pada hari ini, Selasa (28/1), Badan Kesehatan Dunia WHO memahami rencana sejumlah negara untuk mengevakuasi warganya.
Namun, WHO menyarankan untuk tidak melakukannya. "Tak perlu bereaksi berlebihan. Kita harus tetap tenang," ujar Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir South China Morning Post pada Selasa (28/1).
Baca juga : Nomor Kartu Difoto Hindari Denda Saat e-Toll Hilang, Jasa Marga Sebut Itu Hoaks!
Seperti dikutip Kantor Berita Pemerintah Xinhua, dalam pertemuan dengan para pejabat China di Beijing, Ghebreyesus mengatakan, pihaknya percaya penuh terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan China dalam memerangi wabah virus tersebut.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, Negeri Tirai Bambu akan terus bekerja sama dengan WHO dan masyarakat internasional, dalam menuntaskan wabah ini secara transparan.
"Dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang kuat dan keuntungan sistem sosialis, serta pengalaman menangani wabah virus SARS, kami akan lebih cekatan, kuat, dan cepat dalam menangani kasus ini," tutur Wang, merujuk pada penanganan kasus SARS tahun 2002-2003.
Baca juga : Kementan Dan Pedagang Pasar Kok Nggak Kompak
Saat ini, Korea Selatan tengah bersiap mengirim pesawat ke Wuhan untuk mengevakuasi warganya yang masih terjebak di Wuhan.
"Kami akan mengambil tindakan sukarela, mengirim pesawat pada tanggal 30 dan 31 Januari mendatang, untuk mengangkut warga Korea Selatan di Wuhan yang ingin kembali," kata Perdana Menteri Chung Sye-kyun.
Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan upaya untuk mengevakuasi warganya dari sejumlah daerah terdampak di China.
Baca juga : Puskepi : Harga Avtur Pertamina Sangat Bersaing, Waspada Pemain Baru
Sementara Spanyol, masih berkomunikasi dengan China dan Uni Eropa untuk memulangkan sekitar 20 warganya yang terkunci di Wuhan.
Sedangkan Jepang, telah mengirim pesawat ada Selasa (28/1), untuk membawa pulang warganya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya