Dark/Light Mode

Suaminya Dipenjara, Mantan Ibu Negara Korsel Kesandung Suap & Plagiat

Sabtu, 12 Juli 2025 04:05 WIB
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol (kiri) bersama istrinya, Kim Keon Hee di perayaan Hari Kemerdekaan Korsel pada 15 Agustus 2024. (Foto EFE-EFA)
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol (kiri) bersama istrinya, Kim Keon Hee di perayaan Hari Kemerdekaan Korsel pada 15 Agustus 2024. (Foto EFE-EFA)

 Sebelumnya 
Tidak sampai di situ saja, Dinas Pendidikan Metropolitan Seoul (Seoul Metropolitan Office of Education/ SMOE) juga tengah menjalankan proses pencabutan izin mengajar Kim.

Seperti diberitakan Yonhap, Rabu (9/7/2025), pencabutan izin mengajar Kim menyusul pembatalan gelar magister yang diperolehnya karena kasus plagiarisme.

Baca juga : Yoon Suk Yeol Ditahan Di Sel Pengap & Panas

Langkah ini dilakukan setelah Sookmyung Women’s University meminta SMOE mencabut sertifikat mengajar Kim. Permintaan itu diajukan awal pekan ini, tidak lama setelah universitas membatalkan gelar magister pendidikan yang sebelumnya diberikan kepada Kim.

“Sertifikat mengajar tersebut merupakan syarat bagi seseorang untuk mengajar di tingkat sekolah formal di Korsel. Jika dicabut, Kim akan kehilangan legalitas mengajarnya secara permanen,” ujar seorang pejabat SOME, dikutip South China Morning Post pada 7 Juli 2025.

Baca juga : Lebih Dari 50 Persen Rakyat Korsel Ngebet Yoon Suk Yeol Lengser

Pada Juni lalu, Sookmyung Women’s University mengumumkan bahwa hasil investigasi akademik menemukan adanya unsur plagiarisme dalam tesis Kim saat mengambil gelar magister pendidikan.

Depresi Berat

Di tengah penyelidikan dan ancaman kehilangan sertifikat mengajar, Kim dilaporkan dirawat di rumah sakit karena depresi berat. Salah satu sumber di komunitas hukum mengatakan, Kim masuk rumah sakit sejak 30 Juni 2025 dan menerima perawatan psikiatris.

Baca juga : Wanita Prancis Ditipu Brad Pitt Palsu Rp 14 M

Sumber tersebut mengatakan, Kim mencari perawatan rawat jalan pekan lalu. Namun, dokter menyarankan rawat inap segera, mengingat kondisi psikisnya yang makin terpuruk.

Kim awalnya menolak, tetapi akhirnya setuju dirawat karena mengalami episode hiper ventilasi atau kondisi ketika seseorang mulai bernapas dengan sangat cepat yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kadar oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh. Karena itu, dia perlu perawatan tambahan dari dokter spesialis paru.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.