Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wapres Filipina Minta Ayahnya Dibebaskan Sementara
Di Penjara ICC, Duterte Makin Kurus & Linglung
Rabu, 24 September 2025 05:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte, mengajukan permohonan pembebasan sementara atau interim release untuk ayahnya yang berada di penjara Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC), Den Haag, Belanda.
Permohonan ini muncul bersamaan dengan rilis dakwaan ICC, Senin (22/9/2025), Duterte atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait programnya perang melawan narkoba. Jaksa menjatuhkan tiga dakwaan soal keterlibatannya dalam 76 kasus pembunuhan dalam periode kepemimpinannya pada 2016-2022.
Dalam operasi pemberantasan narkoba ini, terduga ribuan pengedar narkoba, pengguna dan mere lka yang terlibat diperbolehkan di tembak di tempat tanpa perlu menjalani pengadilan.
Surat dakwaan ICC tertanggal 4 Juli 2025 itu telah disunting sebelum dirilis ke publik, Senin (22/9/2025). Wakil Jaksa ICC Mame Mandiaye Niang mengatakan, Duterte adalah pelaku tidak langsung dalam rentetan pembunuhan tersebut.
“Aksi pembunuhan itu dilakukan orang lain, termasuk polisi,” bunyi pernyataan Niang dikutip Anadolu, Selasa (23/9/2025).
Dalam surat dakwaan ICC menjelaskan, ada tiga dakwaan yang diberikan kepada Duterte. Pertama, menyangkut dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap 19 orang di Kota Davao antara 2013-2016 saat menjabat wali kota di sana.
Baca juga : Panitia: Hanya Adies Kadir yang Mendaftar, Penuhi Syarat Jadi Ketum
Dakwaan kedua, terkait pembunuhan terhadap 14 sasaran kriminal di berbagai lokasi di Filipina. Dakwaan ketiga, berkait an dengan pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap 45 orang dalam operasi pembersihan desa.
Dakwaan kedua dan ketiga ini terjadi saat Duterte menjabat Presiden Filipina, antara 2016-2022. Dalam dakwaan, jaksa menyebut Duterte dan para terduga pelaku kejahatan lainnya punya rencana atau kesepakatan bersama untuk berlaku tegas kepada para terduga kriminal di Filipina, termasuk pembunuhan.
Duterte tidak pernah menyampaikan permintaan maaf atas ke bijakannya yang dinilai tidak berprikemanusiaan ini. Pasalnya, dia yakin kebijakan tegas nya memberantas narkoba membawa efek positif kepada Filipina.
Duterte dengan tenang menjalani hukuman penjara di Fasilitas penjara Scheveningen, pinggiran Den Haag, sejak Maret lalu.
Kesehatan Menurun
Sejak menjalani masa hukuman di Belanda, kondisi kesehatan Duterte dikabarkan makin menurun. Putrinya, Sara Duterte, yang juga Wakil Presiden (Wapres) Filipina, berupaya agar sang ayah mendapat pembebasan sementara.
Dalam pidatonya di Nagoya, Jepang, Senin (22/9/2025), Sara menyebut ada negara ketiga yang siap menampung Duterte untuk memulihkan kesehatannya.
Baca juga : Pemprov Diminta Siapkan Lokasi Sementara Pedagang Korban Kebakaran Taman Puring
“Apa yang dibutuhkan untuk pembebasan sementara adalah negara ketiga, atau negara yang akan menerima (mantan) Presiden Duterte,” kata Sara dalam bahasa Tagalog.
“Satu negara telah mengatakan tidak masalah mantan Presiden Rodrigo Duterte ditempatkan di sana,” katanya.
Dalam paparannya, Sara mengungkapkan, kondisi ayahnya semakin menurun. Meski kamar tahanan di Belanda termasuk nyaman, Duterte dikabarkan makin kurus, sering melamun dan linglung.
Sementara, dalam pidato terpisah yang dia sampaikan di Nagoya, Sara mengaku telah bernegosiasi dengan banyak pejabat di ber bagai negara yang dia temui selama perjalanannya di Asia Tenggara.
“Saya masih perlu berbicara dengan mereka dan membantu mereka memahami mengapa kami, keluarga kami, membutuhkan bantuan mereka,” ucap Sara.
“Itulah mengapa kami membu tuhkan waktu lebih lama, tapi akhirnya kami menemukan negara yang mau menerima,” tambahnya.
Baca juga : Rekening Dormant Anda Dihentikan Sementara? Ajukan Keberatan Via Link Ini
Sara menegaskan, ayahnya hanya ingin pulang ke Filipina. “Kami tidak ada rencana kabur atau sembunyi dari ICC,” tegasnya.
Sebelumnya, tim pengacara Duterte sudah memberi tahu ICC bahwa kliennya menderita penurunan kognitif yang signifikan.
Rodrigo Duterte adalah mantan Kepala Negara di Asia pertama yang didakwa ICC dan tersangka pertama yang diterbangkan ke Den Haag, Belanda. Duterte ditangkap di Bandara Manila pada 11 Maret lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya