Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Gaza Gembira Israel-Hamas Mau Damai
“Akhirnya, Pertolongan Datang Kepada Kami”
Minggu, 5 Oktober 2025 07:20 WIB
Warga Menyambut Gembira
Tak butuh waktu lama, kabar itu sampai ke Gaza. Puluhan warga di Kota Khan Younis turun ke jalan. Ada yang menangis, ada yang tertawa, ada pula yang hanya diam menatap langit yang masih kelabu oleh asap sisa serangan. Gema takbir berkumandang dari tenda-tenda pengungsian.
“Saat mendengar kabar tentang tanggapan Hamas, saya keluar bersama orang-orang, meneriakkan takbir,” tutur Moamen Jasser, warga Gaza, dikutip AFP, Sabtu (4/10/2025).
Baginya, kabar ini seperti secercah cahaya setelah 18 tahun hidup di bawah blokade dan dua tahun terakhir dibombardir tanpa henti. “Akhirnya, pertolongan datang kepada kami,” katanya lirih.
Baca juga : Ardimanto Adiputra: Pelibatan TNI Sebagai Penyidik Kita Persoalkan
Sejak Oktober 2023, perang ini sudah menelan lebih dari 66.300 jiwa—sebagian besar wanita dan anak-anak. Blokade Israel sejak Maret lalu membuat Gaza kelaparan massal. Obat langka, listrik padam, air bersih hanya mimpi.
Kini, untuk pertama kalinya dalam dua tahun, ada rasa lega menyelinap di udara Gaza. Walau tank-tank masih bergemuruh, warga mulai berani berharap.
Tak lama setelah pernyataan Hamas beredar, Kantor Otoritas Israel mengumumkan langkah awal menuju gencatan senjata. Militer diperintahkan mengurangi intensitas serangan, meski belum sepenuhnya berhenti.
Sejumlah laporan menyebut, pengeboman di Khan Younis dan Jalur Talateeni memang berkurang, tapi belum sirna. Masih terdengar dentuman sesekali di lingkungan Remal. “Tank-tank masih ada, tapi jumlahnya lebih sedikit,” kata seorang relawan medis di Gaza City.
Baca juga : Heru Sutadi: Perlu Payung Hukum Untuk Kedaulatan Siber
Dari markas besar PBB di New York, Sekjen Antonio Guterres langsung mengeluarkan pernyataan dukungan. “Kita melihat peluang tipis, tapi nyata, untuk menghentikan penderitaan manusia,” ujarnya.
Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, menegaskan pihaknya siap bergerak cepat.
“Kami punya 170 ribu ton makanan, obat, dan perlengkapan darurat yang siap dikirim ke Gaza dari semua jalur,” katanya.
Namun ia mengingatkan, medan masih berbahaya. Sejak perang dimulai, 562 pekerja kemanusiaan gugur, termasuk 376 staf PBB.
Baca juga : Pemerintah Diminta Ikut Fasilitasi Pembangunan
Dari Paris, Presiden Emmanuel Macron juga menyuarakan optimisme. “Kita punya peluang membuat kemajuan nyata menuju perdamaian,” tulisnya di X.
Prancis, katanya, siap bekerja sama dengan AS, Israel, dan Palestina. Ia pun memuji Trump atas “komitmen mendorong solusi damai yang berani.” [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya