Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Presiden Direktur Lembaga Penelitian Pertanian Prancis Kunjungi Indonesia
Selasa, 3 Februari 2026 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mewakili semangat baru kemitraan strategis Prancis–Indonesia, Presiden Direktur lembaga penelitian pertanian Prancis Cirad (Centre de Coopération Internationale en Recherche Agronomique pour le Développement), Elisabeth Claverie de Saint Martin, memulai kunjungan kerja resmi ke Indonesia sejak Senin (2/2/2026).
Kunjungan selama empat hari ini menjadi langkah konkret pertama pascapenandatanganan komitmen bersama antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden RI Prabowo Subianto di Paris pada 26 Januari lalu.
Fokus utama kunjungan tersebut adalah mempercepat realisasi Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026, khususnya dalam mendorong transformasi sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan melalui penelitian terapan serta pengembangan teknologi hijau.
Baca juga : Guru Besar Trisakti: Gagasan Gentengnisasi Prabowo Lindungi Balita dan Lansia
Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar Prancis, Cirad menegaskan komitmennya untuk langsung melihat peluang dan tantangan di lapangan. Indonesia dinilai sebagai mitra strategis dalam pengembangan solusi pertanian tropis yang inklusif dan berkelanjutan.
"Selama berada di Indonesia, Cirad akan memprioritaskan sejumlah bidang kerja sama, antara lain agroekologi dan pertanian presisi, pengembangan bio-ekonomi dan nilai tambah produk pertanian, pendekatan "One Health" untuk kesehatan global, serta restorasi lahan dan kehutanan, termasuk rehabilitasi gambut," bunyi pernyataan itu.
Agenda kunjungan Elisabeth Claverie de Saint Martin terbilang padat. Ia dijadwalkan bertemu dengan pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pertanian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Baca juga : Prabowo: Sawit Strategis untuk Kedaulatan Energi dan Ekonomi Indonesia
Selain itu, kunjungan lapangan juga akan dilakukan ke pusat penelitian kelapa sawit berkelanjutan di Sumatera, laboratorium kesehatan hewan di Bogor, serta diskusi akademik di IPB University dan Universitas Gadjah Mada.
Kunjungan ini diharapkan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) baru yang mencakup pertukaran peneliti, pendanaan bersama proyek percontohan, hingga pembentukan platform inovasi bersama di bidang agro-teknologi.
Kerja sama tersebut ditargetkan memberi dampak langsung bagi petani dan industri lokal. Petani kecil akan memperoleh akses terhadap varietas unggul tahan kekeringan, teknologi irigasi efisien, serta perluasan akses pasar.
Baca juga : Komisi V DPR Dorong Penertiban Perlintasan Kereta Api Ilegal Di Daerah
Sementara itu, sektor industri berpeluang mengembangkan produk berbasis bio-material dan memperoleh sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya