Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Minyak Sawit, Kopi, Kakao Nol Persen
AS Turunkan Tarif Resiprokal RI Jadi 19 Persen, 1.819 Produk Bebas Masuk
Jumat, 20 Februari 2026 09:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati penurunan tarif resiprokal menjadi 19 persen untuk produk Indonesia. Negeri Paman Sam juga pemberlakuan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk ekspor nasional. Termasuk minyak sawit, kopi, dan kakao.
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari perjanjian dagang resiprokal yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump dengan tajuk Toward a New Golden Age for the U.S.–Indonesia Alliance, Kamis (19/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, penurunan tarif tersebut merupakan hasil negosiasi intensif yang berlangsung sejak April 2025 melalui tujuh putaran perundingan dan lebih dari sembilan pertemuan teknis.
Baca juga : Good News: Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi Hingga 20 Persen
“Hasilnya, Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal menjadi 19 persen terhadap Indonesia, dan untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia dikenakan tarif nol persen,” ujar Airlangga saat jumpa pers melalui Zoom, Jumat (20/2/2026).
Tarif Ekspor Nol Persen Untuk Indonesia
Produk yang memperoleh fasilitas tarif nol persen tersebut mencakup komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik dan pesawat. Pemerintah menilai kebijakan ini akan memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar AS sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.
Khusus sektor tekstil dan pakaian jadi, skema tarif nol persen diterapkan melalui mekanisme kuota. Pemerintah memperkirakan kebijakan ini akan berdampak pada sekitar empat juta tenaga kerja di sektor tersebut.
Baca juga : Tarif Impor Ke AS Turun Jadi 19 Persen, Prof Hikmahanto Kasih Saran Ini
Selain penurunan tarif, AS juga mencabut klausul non-ekonomi dalam perjanjian, termasuk isu pertahanan dan geopolitik, sehingga kerja sama difokuskan murni pada aspek perdagangan dan investasi.
Airlangga menegaskan, prinsip utama dalam perjanjian tersebut adalah penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara serta penciptaan kemakmuran bersama. “Saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara menjadi bagian penting dari perjanjian yang ditandatangani,” katanya.
Sebagai bagian dari kesepakatan, kedua negara juga membentuk Council of Trade and Investment sebagai forum penyelesaian isu perdagangan dan investasi ke depan.
Tarif Nol Persen Untuk Gandum & Kedelai AS
Baca juga : Ganjar Proyeksikan KIK Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Di sisi lain, Indonesia memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah produk pertanian Amerika Serikat seperti gandum dan kedelai guna menjaga stabilitas harga bahan pangan domestik. Kedua negara juga sepakat tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik serta memperkuat perlindungan data konsumen lintas batas.
Pemerintah menilai kesepakatan ini akan memperkuat rantai pasok global, meningkatkan arus investasi, serta membuka peluang perdagangan baru di berbagai sektor strategis, termasuk energi, pertanian, teknologi, dan pengembangan mineral kritis.
Dengan turunnya tarif resiprokal dan luasnya cakupan tarif nol persen, pemerintah optimistis ekspor Indonesia ke AS akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya