Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
18 Maret Besok, Malaysia Lockdown, Kebutuhan Harian Dijamin Cukup
Senin, 16 Maret 2020 23:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akhirnya mengambil kebijakan lockdown atau mengisolir wilayahnya, menyusul kian maraknya wabah virus Corona atau Covid-19 di negara tersebut.
Di Malaysia, terjadi peningkatan kasus infeksi virus Corona secara mendadak: 190 kasus dalam semalam, disusul 125 kasus baru pada hari ini. Total warga Malaysia yang kini terjangkit Covid-19 berjumlah 535 orang. Yang sembuh, baru 42 orang.
"Ini adalah ancaman yang serius. Agar tak semakin menyebar luas, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan (lockdown) mulai 18 Maret hingga 31 Mac 2020, di seluruh negara," kata Muhyiddin.
Baca juga : Mulai Senin Besok, Spanyol Lockdown Selama 15 Hari
Dalam kebijakan lockdown ini, pemerintahan Muhyiddin memberlakukan enam hal. Pertama, seluruh warga Malaysia dilarang menghadiri event massa seperti aktivitas keagamaan, olahraga, dan sosial budaya.
"Semua harus ditutup, kecuali untuk supermarket, pasar umum, dan department store menjual kebutuhan sehari-hari. Khusus untuk umat Islam, aemua kegiatan keagamaan di masjid dan surau termasuk shalat Jumat ditunda," tutur Muhyiddin.
Kedua, warga Malaysia yang baru saja kembali dari luar negeri, harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina sukarela (mengkarantina diri) selama 14 hari.
Baca juga : Hajar Malaysia 3-1, Indonesia Cetak Hattrick Juara Asia
Ketiga, membatasi masuknya warga asing. Keempat, menutup seluruh sekolah. Apakah itu taman kanak-kanak, sekolah negeri dan swasta sekolah harian, sekolah berasrama, sekolah internasional, pusat tahfiz dan lembaga pendidikan dasar, menengah dan pra-universitas lainnya.
Kelima, menutup semua lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta, serta lembaga pelatihan keterampilan nasional.
Keenam, meniadakan aktivitas kantor pemerintah dan swasta. Kecuali, yang terkait hajat hidup orang banyak seperti air, listrik, energi, telekomunikasi, pos, transportasi, pengairan, minyak, gas, bahan api, pelumas, penyiaran, keuangan, perbankan, kesehatan, farmasi, pemadam kebakaran, penjara, pelabuhan, lapangan terbang, keselamatan, pertahanan, pembersihan, persediaan eceran, dan makanan.
Baca juga : Jumat Besok, Tiket Kereta Api Masa Lebaran Sudah Bisa Dipesan
"Saya paham, keputusan ini mungkin menyulitkan aktivitas masyarakat. Tapi, kebijakan lockdown ini mesti diambil, agar wabah Covid-19 tak semakin menyebar luas dan merenggut nyawa warga Malaysia," papar Muhyiddin.
Menurutnya, rakyat Malaysia tak perlu khawatir. Karena pasokan bahan makanan, kebutuhan sehari-hari dan perawatan kesehatan termasuk masker wajah telah mencukupi.
"Saya telah mengarahkan Departemen Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen untuk terus memantau situasi pasokan makanan dan kebutuhan sehari-hari di pasar, selama kebijakan lockdown ini berlaku. Saya mohon, seluruh warga Malaysia dapat mematuhi kebijakan lockdown ini. Ini adalah tanggung jawab kita bersama yang wajib kita laksanakan sebagai rakyat yang prihatin terhadap keluarga, masyarakat, dan bangsa kita," pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya