Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Para pelaut disarankan untuk memantau siaran pemberitahuan dan menghubungi pasukan angkatan laut AS di kanal 16 bridge to bridge, ketika beroperasi di Teluk Oman dan Selat Hormuz.
Iran menegaskan, tidak gentar menghadapi langkah AS tersebut. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan, setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.
“Seluruh lalu lintas berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata. Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan jika melakukan langkah yang salah,” kata Komando Angkatan Laut IRGC, dikutip dari AFP.
Baca juga : Beli Sepatu Rp 129 Juta, Bupati Tulungagung Minta Reimburse Ke Kepala OPD
Kepala Angkatan Laut Iran Shahram Irani menyebut, ancaman Trump sebagai tindakan konyol dan menggelikan. Dia menegaskan, pihaknya terus memantau pergerakan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menegaskan, negaranya tidak akan tunduk pada tekanan AS.
“Jika mereka melawan, kami akan melawan,” ujarnya, dikutip dari Al Arabiya.
Baca juga : PSI Riau Perkuat Struktur Hingga Ke Tingkat Ranting
Sementara itu, Inggris mengatakan, tidak akan bergabung dalam blokade AS dan tetap mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, akan fokus pada upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
“Karena itulah cara kami menurunkan harga energi secepat mungkin,” kata Starmer, seperti dikutip BBC, Senin (13/4/2026).
Baca juga : Bahlil Larang Aksi Saling Pecat Sesama Kader Golkar
Dia juga mengatakan, langkah paling penting saat ini adalah menyatukan negara-negara untuk mendorong deeskalasi serta memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur pelayaran internasional.
Pasca meningkatnya ketegangan, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan terhenti. Data Lloyd’s List menyebut sejumlah kapal mulai berbalik arah dan aktivitas pelayaran berhenti total. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya