Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 29 jemaah haji Kloter 10 Embarkasi Banten (JKB) yang tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dipastikan tetap memperoleh pelayanan yang sama selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Petugas kloter menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan antara jemaah mandiri dengan jemaah yang mengikuti KBIHU, baik dalam aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan dan pembinaan ibadah.
Ketua Kloter JKB 10, Lili Amalia, mengatakan seluruh jemaah berada dalam pengawasan dan koordinasi petugas kloter tanpa terkecuali. Meski tidak tergabung dalam KBIHU, para jemaah mandiri tetap mendapatkan informasi dan pendampingan yang sama.
Baca juga : Marc Klok: Persib Siap Tempur Demi Raih Poin Penentu Juara
“Kami tidak membedakan sama sekali. Kami punya grup mandiri dan juga grup Karu dan Karom yang di dalamnya ada jemaah mandiri. Jadi mereka mendapatkan informasi yang sama, makan yang sama, dan pelayanan yang sama,” ujar Lili di Madinah, Selasa (12/5/2026).
Dia menjelaskan, sebagian jemaah mandiri bahkan sudah memiliki pengalaman umrah sebelumnya sehingga cukup memahami kondisi dan tata cara ibadah di Tanah Suci.
Pengalaman tersebut membuat sejumlah jemaah mampu mengatur aktivitas ibadah maupun perjalanan city tour secara mandiri bersama kelompoknya masing-masing.
Baca juga : Kemenhut Dan ITTO Perkuat Kerja Sama Jaga Hutan Tetap Lestari
Meski demikian, petugas kloter tetap melakukan pemantauan dan memastikan seluruh jemaah terlayani dengan baik selama berada di Madinah.
Lili menuturkan, seluruh jemaah tetap diajak mengikuti program city tour yang disiapkan Pemerintah Indonesia tanpa ada pembatasan bagi jemaah mandiri maupun peserta KBIHU.
Menurut dia, beberapa jemaah memilih mengatur perjalanan tambahan secara mandiri karena merasa belum puas dengan rangkaian city tour yang telah disediakan.
Baca juga : Betawi Masa Depan Dan Masa Depan Betawi
“Mereka menganggap belum puas dengan city tour Pemerintah. Saya sudah sarankan kalau mau gabung silakan, tetapi ternyata mereka memilih mengatur sendiri. Kemungkinan karena sudah pernah umrah, jadi mereka juga bisa menjadi guide untuk kelompoknya,” kata Lili.
Selain layanan ibadah dan transportasi, petugas kesehatan kloter juga rutin melakukan visitasi ke kamar-kamar jemaah, termasuk kepada jemaah mandiri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya