Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi Berantas Sindikat Online Scam
Indonesia Desk Resmi Beroperasi Di Kamboja
Sabtu, 15 Agustus 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Heni Hamidah mengatakan, sebanyak 12.583 WNI telah melapor secara langsung (walk-in) ke KBRI Phnom Penh untuk meminta fasilitasi pemulangan dari Kamboja.
“Hingga minggu lalu, sebanyak 8.124 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia,” ungkap Heni.
Baca juga : Kimberly Ryder, Punya Pacar Pengusaha
Saat ini, masih terdapat 991 WNI yang berada di sejumlah lokasi penampungan dan fasilitas detensi di Kamboja. Sebanyak tujuh WNI berada di Detensi Imigrasi Phnom Penh, 680 orang di Terminal Kargo Bandara Lama, 234 orang di Bati, 24 orang di Kampong Speu/Nauville, dan 46 orang di Siem Reap.
Proses repatriasi masih menghadapi kendala akibat perubahan regulasi otoritas setempat.
Pemerintah Kamboja melalui kebijakan yang ditetapkan pada 16 Juni 2026 menghentikan fasilitas pengampunan denda izin tinggal berlebih (overstay) bagi WNI mulai 1 Juli 2026.
“Per 1 Juli 2026, fasilitas pengampunan denda overstay bagi WNI sudah tidak diberlakukan lagi, sehingga Kemlu terus bernegosiasi terkait keringanan proses repatriasi,” tutur Heni.
Baca juga : Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Dijamin Aman, Ekonomi Terpetakan
Sementara, Kamboja dijadwalkan menggelar konferensi internasional antipenipuan daring di Phnom Penh pada September 2026. Indonesia mendukung inisiatif tersebut dan siap berpartisipasi dalam konferensi internasional itu. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 15 Agustus 2026 dengan judul "Sinergi Berantas Sindikat Online Scam Indonesia Desk Resmi Beroperasi Di Kamboja"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya