Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ramadhan di Amerika Kala Covid-19, Bikin Makin Dekat Dengan Keluarga
Jumat, 15 Mei 2020 22:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 mengubah pengalaman puasa Ramadhan hampir seluruh umat Muslim di dunia. Tidak terkecuali Muslim di Paman Sam.
Dua Muslim di Amerika Serikat, Yuhaniz Aly asal Seattle, Washington dan Muhammad Muhanna asal Dallas, Texas, berbagi pengalaman Ramadhan di tengah wabah Covid-19, dalam acara ngobrol virtual bareng Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Keduanya alumnus program beasiswa belajar Bahasa Indonesia dari Departemen Luar Negeri AS. Namanya National Security Language Initiative (NSLI).
“Banyak yang berubah di Ramadhan kali ini. Saya yang biasanya berpuasa dan berbuka di asrama, sekarang menghabiskan waktu kumpul bersama keluarga,” ujar Yuhaniz, demikian dia disapa, dalam acara Virtual Ramadan Talk, Jumat (15/5).
Baca juga : Sudah 7 Jam Lebih, Pemeriksaan Said Didu Masih Belum Kelar
Yuhaniz menambahkan, pandemi ini telah membuat keluarganya bisa berkumpul. “Sekarang kita bisa makan bersama, berkumpul dan bercerita. Kita juga punya waktu lebih menghubungi sanak saudara di tempat lain,” sambungnya.
Komunitas Muslim di Seattle pun mengubah kegiatan mereka menjadi serba virtual. “Nanti komunitas Muslim yang saya ikuti akan mengadakan penggalangan dana untuk membantu mereka yang kesulitan akibat Covid-19,” cerita Yuhaniz.
Sementara itu, bagi Muhanna, ia kangen untuk bisa kembali beraktivitas Ramadhan dengan komunitas Muslim di kotanya.
“Sekarang ini, karena saya bekerja di bidang medis, saya menghabiskan waktu di rumah sakit. Saya hanya bisa makan sedikit dan kembali bekerja,” ujar Muhanna.
Baca juga : Efek Covid-19, Jutaan Pernikahan Dini Bakal Terjadi
Ia mengaku kangen bisa menjalani acara buka bersama dan menghadiri seminar Ramadhan bersama teman-teman Muslim.
“Mungkin Ramadhan berikutnya, saat virus corona sudah pergi, kita bisa kembali melakukan kegiatan khas Ramadhan bersama,” harap Muhanna.
Virtual Ramadhan Talk digelar live di Facebook US Embassy. Acara ini ditonton lebih dari 5.000 orang. Kegiatan ini diinisiasi dua lembaga yang dibentuk alumni AS program IVLP (International Visitor Leadership Program). Yaitu Ramatloka besutan Huminca Sinaga dan Madrasah Digital oleh Muhammad Fakhruddin. Moderator acara adalah pihak Kedubes AS Wuri Parmaitri.
Acara diawali dengan pemutaran video Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS Heather Variava yang mengucapkan selamat berpuasa di bulan Ramadhan. Selanjutnya, Wakil Atase Kebudayaan Kedubes AS di Jakarta Emily Abraham menyapa para audiens dari kediamannya di Chicago, Illinois.
Baca juga : Bulan Puasa, Badan POM Awasi Peredaran Produk Pangan Olahan Kedaluarsa
Meski tak ikut berpuasa, dia juga menceritakan pengalamannya selama Ramadhan tiga tahun terakhir bertugas di Indonesia. Menurut Emily, demikian dia disapa, Ramadhan adalah bulan yang sibuk bagi dia dan para stafnya. Dia dan rekan-rekannya selalu bersiap diri untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia. Menggelar buka puasa bersama kolega. Tapi tahun ini hal itu tak bisa dilakukan. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya