Dark/Light Mode

Pulihkan Ekonomi, Inggris Mau Longgarkan Aturan Social Distancing

Minggu, 14 Juni 2020 18:11 WIB
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak (Foto: Getty Images)
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris akan segera meninjau ulang aturan social distancing di Negeri Ratu Elizabeth, yang menerapkan jarak aman 2 meter sebagai protokol pencegahan Covid-19. Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan, keputusan tersebut didasari upaya untuk memulihkan kondisi perekonomian negara tersebut, yang terkontraksi 25 persen akibat pandemi Covid-19.

"Kemajuan dalam mengatasi Covid-19 dapat diartikan bahwa Inggris mampu mengambil pandangan baru dalam protokol pencegahan pandemi tersebut. Banyak pengusaha mengeluh kesulitan menjalankan bisnisnya seperti sediakala," ujar Sunak kepada Stasiun TV Sky News, seperti dikutip Reuters, Minggu (14/6

Berita Terkait : Pulihkan Citarum, Ini Cara KLHK Kelola Sampah Di Purwakarta

"Perdana Menteri telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap aturan jarak 2 meter. Bersama para ilmuwan, ahli ekonomi, dan pihak lain yang terkait. Dalam hal ini, kami tidak akan mempertaruhkan faktor keselamatan," imbuhnya. 

Dengan pengurangan jarak aman ini, setiap orang di Inggris harus berupaya menurunkan risiko penyebaran Covid-19. Bila ketentuan tersebut jadi diberlakukan, tiga perempat klub malam dipastikan dapat beroperasi kembali. Sementara dalam aturan jarak aman 2 meter, jumlah klub malam yang beroperasi hanya sepertiga.

Berita Terkait : Pemerintah Siapkan Stimulus Bagi Pelaku Usaha Rp 1,85 T

Selama periode lockdown Maret-April, perekonomian Inggris mengalami pelemahan sebanyak 25 persen."Kami tahu, pelemahan itu akan terjadi. Dan saat ini, angka-angka itu telah memperlihatkan fakta," ungkap Sunak.

"Guncangan ekonomi akibat lockdown ini, hanya sementara. Pekan ini, kami akan membuka kembali sektor ritel sebagai langkah awal pemulihan ekonomi, yang kemudian diikuti oleh sektor perhotelan," pungkasnya. [HES]