Dark/Light Mode

Gara-gara Corona Dan Ekonomi, Popularitas Partai Erdogan Turun

Selasa, 7 Juli 2020 15:14 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: ist)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei lembaga independen menyebutkan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kehilangan banyak dukungan selama beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari Alarabia, Grup riset independen MetroPoll Arastirma melakukan survei setiap bulan dengan melakukan jajak pendapat. Responden rata-rata menjawab akan memilih presiden baru serta 600 anggota parlemen untuk masa jabatan lima tahun.

Untuk diketahui, pemilihan umum di Turki sendiri akan dijadwalkan pada 2023 mendatang. 

Baca juga : Mompreneur Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis

Menurut jajak pendapat yang digelar Juni lalu, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) masih memimpin polling dengan selisih hampir enam poin di depan partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP). Namun, yang menjadi catatan, AKP telah kehilangan dukungan selama beberapa bulan terakhir.

CHP adalah partai sosial-demokratis dan merupakan partai politik tertua di Turki. Partai ini juga dianggap sebagai oposisi utama di Lembaga Majelis Nasional.

Dari Januari hingga Maret, partai Erdogan tetap stabil, dengan 33,7 persen responden mengatakan mereka akan memilih AKP, tetapi pada Juni dukungan telah turun menjadi 30,3 persen. Dalam jajak pendapat Mei, 30,7 persen responden mengatakan mereka akan memilih AKP jika ada pemilihan dilakukan waktu itu.

Baca juga : Popularitas Prabowo Rendah

MetroPoll Arastirma tidak menyebutkan berapa banyak responden yang mereka gunakan dalam survei ini. Hasil survei ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Turki yang telah memburuk selama dua tahun terakhir, dan dinilai menuju ke dalam resesi pada Maret 2019, dengan inflasi yang terus berlanjut.

Pada pertengahan 2019, pengangguran tercatat sekitar 15 persen, dan penurunan ekonomi mengikis popularitas partai berkuasa. AKP memenangkan pemilihan wali kota lokal Maret 2019 secara nasional, tetapi kehilangan tiga kota terbesar di Turki, Istanbul, Ankara, dan Izmir.

Pada April, sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan ekonomi Turki akan berkontraksi tahun ini karena corona. Sebelum wabah corona, pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh 5 persen tahun ini.

Baca juga : Urus Corona, Pejabat Masih Banyak Egonya

Turki baru-baru ini juga aktif melibatkan diri dalam perang di Libya. Militer Turki dikerahkan untuk mendukung Pemerintahan Libya (GNA) yang didukung internasional melawan pasukan Khalifa Haftar yang didukung berbagai negara Teluk dan juga Rusia.

Dalam jajak pendapat terpisah yang dilakukan oleh kelompok penelitian, 42 persen responden memandang negatif mengambil peran aktif dalam konflik Libya.

Tindakan Erdogan terhadap pengkritiknya juga meningkat pada Juni ketika media pemerintah mengumumkan telah meluncurkan surat perintah penangkapan untuk lebih dari 400 orang, termasuk tentara, dokter, dan guru. Erdogan menuduh pengkritiknya berafiliasi dengan gerakan keagamaan yang dipimpin oleh Fethullah Gulen. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.