Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Muliaman: 3.000 WNI Bebas Covid
Di Swiss, Suara Rakyat Benar-benar Suara Tuhan
Kamis, 30 Juli 2020 06:28 WIB
Sebelumnya
Menurut Muliaman, pemerintah dan rakyat Swiss juga sangat kompak dalam memerangi pandemi corona. Rakyat Swiss sangat patuh menjalankan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. “Tingkat kedisiplinan rakyat Swiss sangat tinggi,” ujarnya.
“Di Swiss itu jarang ada polisi patroli sehingga hampir tidak mungkin ada yang bandel gitu. Saya pikir semuanya bergantung kepada disiplin ma syarakat untuk mengikuti instruksi,” tambahnya.
Baca juga : Penambahan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Surabaya Baiknya Terapkan PSBB Lagi
Karena itu, tidak aneh jika jumlah penambahan pasien bisa ditekan. Sebelumnya per hari penambahan kasus baru hanya 10 kasus. Karena itu Swiss berani membuka perbatasan. “Pasca dibuka memang ada penambahan. Pemerintah Swiss terus memantaunya,” ujarnya.
Pemerintah Swiss juga terus melakukan tes corona. Swiss menjadi negara paling banyak melakukan tes corona. “Tesnya juga gratis,” katanya.
Baca juga : Jasa Tirta II Bersama Satgas Covid-19 BUMN Wilayah Jabar Serahkan APD
Untuk menjaga perekonomian, Swiss memberikan bantuan kepada perusahaan yang terdampak corona. “Media dan angkatan bersenjata juga dibantu,” paparnya. Bahkan, pemerintah juga memberikan asuransi pengangguran.
Muliaman juga mengucapkan rasa syukurnya, lantaran seluruh WNI yang ada di Swiss negatif corona. Ini berkat Diaspora yang aktif dalam melaksanakan tugasnya. “3000 WNI dari berbagai profesi belum ada yang terjangkit corona,” jelasnya.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Petani Milenial Siapkan Layanan Antar Produk Pangan
Dia merinci sejumlah pekerjaan WNI yang ada di Swiss. Ada yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan, dosen, hingga ibu rumah tangga. “Semoga kita semua terbebas dari virus corona,” harapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya