Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ledakan Dahsyat di Lebanon
Picu Gempa Lokal, Terdengar Hingga Jarak 240 Km
Rabu, 5 Agustus 2020 12:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Tohari, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan simpul-simpul WNI melalui pesan WhatsApp dan mengimbau mereka untuk segera melapor jika berada dalam kondisi yang tidak aman.
"KBRI Beirut telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian. Tolong kami dilaporkan apabila ada update mengenai WNI," katanya, Rabu (5/8).
Baca juga : Dubes Hajriyanto: Seluruh WNI Selamat, Yang Sedang Dikarantina di RS Pun Aman
Berdasarkan pengecekan terakhir, lanjut Hajriyanto, seluruh WNI dalam keadaan aman. Dalam catatan KBRI, total WNI di Lebanon berjumlah 1.447 WNI. Sebanyak 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda. Sisanya, 213 orang, merupakan WNI sipil, termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.
Setidaknya 78 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat tersebut. Pihak berwenang Lebanon menuturkan, korban tewas dan terluka masih dapat terus bertambah menyusul evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.
Baca juga : Ledakan Dahsyat di Beirut, NU Lebanon Pastikan Nahdliyin Aman
Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer. Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut, terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.
Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan. Ledakan juga memicu gempa lokal dengan magnitudo 3.5.
Baca juga : Operasinya Baru 15%, Lion PHK Karyawan Lokal dan Asing
Menurut Kepala Badan Keamanan Libanon, Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.
Sedangkan pakar bahan peledak, Boaz Hayoun, diduga ledakan itu dipicu oleh kembang api. Dia mengatakan hal itu berdasarkan analisis rekaman video. "Sebelum ledakan, di tengah titik ledakan terlihat percikan dan terdengar suara seperti popcorn dan terdengar siulan. Itu mirip kembang api," katanya. DAY
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya