Dark/Light Mode

Delegasi Taliban ke Qatar Demi Perundingan Damai Afghanistan

Sabtu, 5 September 2020 23:31 WIB
Delegasi Taliban tiba di Doha, Qatar pada Sabtu (5/9/2020) pagi untuk kembali melakukan perundingan damai dengan pemerintah Afganistan. [File: Sorin Forcui / Al Jazeera]
Delegasi Taliban tiba di Doha, Qatar pada Sabtu (5/9/2020) pagi untuk kembali melakukan perundingan damai dengan pemerintah Afganistan. [File: Sorin Forcui / Al Jazeera]

RM.id  Rakyat Merdeka - Delegasi Taliban tiba di Qatar pada Sabtu (5/9/2020) pagi waktu setempat. Kedatangan mereka ini, seperti dikutip kantor berita Qatar, Al Jazeera, dalam upaya dimulainya kembali pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Perundingan ini merupakan bagian kesepakatan damai yang ditandatangani Amerika Serikat (AS) dengan Taliban Februari lalu di Doha, Qatar. AS sendiri telah meningkatkan tekanan kepada pemerintah Afghanistan dan Taliban agar memulai perundingan guna merancang Afghanistan pasca perang.

Baca Juga : Dubes RI Promosikan Budaya dan Wisata Indonesia kepada Dubes Asing di Pyongyang

Terkait hal ini, Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien mengadakan pembicaraan via telepon dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani pekan lalu. Para pejabat AS juga meminta Pakistan agar turut mengajak Taliban ke meja perundingan.

Sejauh ini, terus tertundanya pertukaran sekitar 5.000 pasukan Taliban yang ditahan pemerintah Afghanistan, dan 1.000 pasukan Afghanistan oleh Taliban, menjadi penghambat upaya pembicaraan damai antara kedua belah pihak.

Baca Juga : Program Kemitraan Usaha Kementan Selamatkan Ekonomi Peternak Di Tengah Pandemi

Akhir Agustus lalu, delegasi yang dipimpin Kepala Kantor Politik Taliban dan Kepala Perundingan pada Kesepakatan Februari dengan AS, Mullah Abdul Ghani Baradar, mengunjungi Pakistan.

Karena banyaknya Dewan Kepemimpinan Taliban yang tinggal di Pakistan, Islamabad pun diminta Washington untuk menggunakan pengaruhnya, untuk mendukung terus dilakukannya perundingan.

Baca Juga : Mentan SYL Panen Padi Di Indramayu, Stok Beras Melimpah

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan juga telah berulang kali mengatakan pembicaraan damai dimulai. Dia menilai, solusi militer untuk mengatasi masalah konflik di Afghanistan kini adalah hal yang mustahil. [DAY]