Dark/Light Mode

Qatar: PBB dan Dunia Internasional Gagal Hadapi Israel

Rabu, 23 September 2020 12:24 WIB
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. [Foto: Handout via Qatar News Agency]
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. [Foto: Handout via Qatar News Agency]

RM.id  Rakyat Merdeka - Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mempertanyakan kredibilitas komunitas internasional, karena tak dapat mengambil satu pun tindakan efektif menghadapi sikap keras kepala Israel atas pendudukannya di Palestina dan beberapa wilayah negara Arab (Mesir, Yordania dan Suriah).

Dalam pidatonya melalui video pada sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sheikh Tamim menilai, dunia internasional dan PBB gagal menegakkan resolusi terhadap berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Palestina dan perluasan pembangunan permukiman.

Baca Juga : Saudi Buka Umroh Bertahap, Kemenag Nunggu Rilis Izin Masuk

Dia malah menuduh Israel melakukan pelanggaran yang sangat jelas terhadap resolusi internasional dan solusi dua negara yang disepakati dunia internasional. “Komunitas internasional tidak mengambil tindakan efektif apapun dalam menghadapi sikap keras kepala Israel, yang terus melakukan pendudukan di tanah Palestina dan Arab, melakukan pengepungan yang mencekik di Jalur Gaza, [dan] kebijakan permukiman yang meluas,” kata Sheikh Tamim, dikutip kantor berita Qatar, Al Jazeera.

"Perdamaian hanya dapat dicapai, jika Israel mematuhi kerangka acuan dan resolusi internasional yang diterima oleh negara-negara Arab, dan yang menjadi dasar dari Inisiatif Perdamaian Arab," lanjut Emir yang kini genap berusia 40 itu.

Baca Juga : Ciputra Bangun Apartemen Di Jakbar, Harganya Rp 418 Jutaan

Inisiatif Perdamaian Arab (Arab Peace Initiative) adalah usulan yang diajukan Arab Saudi pada 2002. Isinya, menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel bila Israel mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina, pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dan Yerusalem Timur menjadi bagian Palestina, sekaligus sebagai ibukotanya. Juga memberikan solusi yang adil bagi pengungsi Palestina.

Saat ini, lanjut penguasa Qatar itu, Israel sedang mencoba menghindari parameter ini. Namun kegagalan menemukan solusi yang adil untuk perjuangan Palestina, terus dibangunnya permukiman oleh Israel, inilah yang menurutnya menimbulkan pertanyaan terbesar terhadap kredibilitas komunitas internasional dan PBB.

Baca Juga : Mulai 4 Oktober, Saudi Buka Kembali Umroh Secara Bertahap

Untuk itu, ujar Sheikh Tamim lagi, dia menyerukan kepada komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, agar menegakkan aturan yang telah dibuat, memaksa Israel menghentikan pengepungan terhadap Jalur Gaza, serta mengembalikan proses perdamaian ke jalurnya melalui negosiasi yang kredibel, berdasarkan resolusi internasional dan bukan harus dengan jalan dipaksakan. [DAY]