Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Malaysia: Krisis Politik Di Tengah Pandemi Hingga Pembungkaman Media
Rabu, 7 Oktober 2020 18:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia politik Malaysia kembali digoyang krisis, di tengah merebaknya wabah virus Corona. Di tengah catatan angka penularan yang tengah tinggi, nampaknya wabah tidak menghentikan kacaunya dunia politik Negeri Jiran ini.
Pada Senin (5/10), jaringan media Amerika Serokat (AS) ABC mencatat, ada 432 kasus baru di Malaysia. Menteri Agama (Menag) Zulkifli Mohamad al-Bakri pun termasuk pasien positif. Alhasil, Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari ke depan karena sempat melakukan kontak dengan sang Menag.
"Saya akan tetap bekerja dan melakukan rapat via video," ujar PM Muhyiddin dikutip Reuters, Senin (5/10). Tentu saja, Muhyiddin tidak punya waktu untuk bersantai.
Baca juga : Jaga Penjualan Di Tengah Pandemi, Garudafood Luncurkan Produk Anyar
Tokoh oposisi Anwar Ibrahim, yang akhir September kemarin mengklaim memiliki dukungan mayoritas parlemen dan mengaku berhak jadi PM, masih membayang-bayangi pemerintahannya.
Klaim Anwar ini diamini Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. Meski ternyata, Yang Dipertuan Agung kebetulan tengah menjalani perawatan akibat keracunan makanan. Jadi, pertemuan Anwar dengan sang raja pun terpaksa dilakukan lain waktu.
Dulu, saat Muhyiddin diangkat jadi PM, Raja Malaysia melakukan tatap muka dengan seluruh 221 anggota parlemen untuk memastikan, klaim bahwa dia didukung mayoritas parlemen.
Baca juga : Olahraga Di Rumah Jadi Pilihan Tepat
Kemungkinan, hal ini juga yang bakal dilakukan raja untuk memastikan klaim Anwar. Tapi, langkah ini masih belum dilakukan. Berbagai spekulasi pun bermunculan.
"Saya merasa kalau tidak semua orang di UMNO (United Malays National Organisation -red) atau partai politik lain benar-benar mendukung Anwar," ujar analis dari badan survei Malaysia, Merdeka Centre, Ibrahim Suffian, kepada ABC.
"Anwar tidak pernah menunjukkan atau menyebut siapa saja yang mendukungnya. Mungkin Anwar mau merahasiakannya sampai bertemu raja. Ini saatnya menunggu dan melihat, apakah Anwar benar-benar memiliki dukungan mayoritas seperti klaimnya,” lanjut Ibrahim.
Baca juga : Kalau Setiap Keluarga Disiplin Protokol Kesehatan, Pandemi Bisa Cepat Kelar
Sampai klaim itu terbukti, Muhyiddin tetap menjadi PM Malaysia yang sah. Hasil pemilu legislatif di Sabah, yang memenangkan partai yang mengusung Muhyiddin, membuat orang-orang meragukan klaim Anwar.
Selagi dunia politik Malaysia memanas, jumlah kasus Covid-19 juga tidak kunjung membaik. Di saat yang sama, Pemerintahan Muhyiddin tidak memiliki Menteri Kesehatan (Menkes). Pasalnya, Menkes yang berada di pemerintahan Mahathir Mohamad mengundurkan diri saat Muhyiddin naik menjadi pemimpin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya