Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Acara tahunan Erasmus Days tahun 2020, dihelat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun ini, acara itu mengambil tema “Act Today for Our Tomorrow”.
Hans Farnhammer, Kepala Kerja Sama Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia yang mewakili Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket, mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat para alumni Erasmus dalam memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Indonesia sekaligus mempromosikan program beasiswa di tengah pandemi Virus Corona.
"Kami percaya pada potensi dan kiprah ribuan alumni Erasmus di Indonesia untuk turut memecahkan masalah-masalah global," ujar Farnhammer, Sabtu (17/10).
Ia meyakin generasi muda Indonesia, meski dunia sedang dilanda pandemi, pendidikan tetap bergairah dan dinamis. UE tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pelajar di Indonesia. Untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai negara Eropa.
"Kami ingin pelajar Indonesia tetap dapat menikmati manfaat beasiswa Erasmus meski tentu perlu beradaptasi dengan protokol kesehatan yang ditetapkan tiap-tiap negara," tuturnya.
Baca juga : Rossi Absen Dua Seri, El Diablo Pede Juara Dunia
Farnhammer juga menyinggung isu perubahan iklim global dalam acara tersebut. Dia mengajak para alumni Erasmus dapat berperan aktif dan positif dalam isu internasional ini.
Apalagi, baru-baru ini UE meluncurkan Perjanjian Hijau Eropa (European Green Deal). Yaitu sebuah rencana masa depan yang berkelanjutan. Dan bertujuan untuk menjadikan Eropa sebagai benua dengan iklim netral pada tahun 2050. Dia bilang, peran generasi muda dalam mengatasi masalah lingkungan dan perubahan iklim sangatlah penting.
"Karena itu, Erasmus Days diharapkan menjadi momentum yang tepat dalam melakukan aksi nyata,” terangnya.
Hanif Falah, Country Representative of Erasmus Mundus Association Indonesia menjelaskan, para alumni datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda. Dan bertemu untuk berdiskusi bersama bagi perubahan yang lebih baik.
Salah satu isu yang penting dan genting untuk didiskusikan adalah isu lingkungan. Terutama perubahan iklim. Menurutnya, isu perubahan iklim merupakan isu lintas sektoral. Sehingga memerlukan pencarian solusi berbasis sektoral juga.
Baca juga : Mengasuh Anak Penuh Tantangan
Para alumni yang mempunyai latar belakang berbeda diharapkan mampu berkontribusi di bidang masing-masing baik melalui pekerjaan atau inisiatif sosial. Hanif mengakui, Beasiswa Erasmus telah memberikannya kesempatan.
"Untuk melihat lebih dalam tentang studi dan karier yang saya ambil di bidang pembangunan dan kebijakan publik,” ungkap Hanif.
Alumni Erasmus lainnya Sekar Sari, turut menuturkan pengalamannya. Dia bercerita, setelah lulus kuliah Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, bertekad memperdalam seni dan diplomasi budaya. Sekar mengaku beruntung mendapat beasiswa Erasmus.
Sekar menjadi mahasiswa pertama asal Indonesia yang mengambil jurusan Master of Art di Choreomundus-International Master on Dance Knowledge, Practice, and Heritage. Peraih Indonesian Movie Awards 2016 itu menambahkan, proses belajar di Choreomundus mendorong dirinya untuk bisa menggali lagi seni budaya. Khususnya melalui praktik seni peran dan seni tari. Beserta aspek di sekitarnya. Termasuk pengkajian seni budaya yang komprehensif.
"Dan menjadikan seni budaya sebagai strategi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," terangnya.
Baca juga : Doni Monardo, Jenderal Bintang 3 Peduli Lingkungan
Dia mengibaratkan, kekayaan seni budaya Indonesia sebagai ‘buah-buahan’. Makanya, dia bertekad menempuh pendidikan lanjutan di negara-negara Eropa melalui program Erasmus+. Kata dia, itu untuk menguasai ‘pisau analisis’.
Erasmus Days tahun ini menghadirkan nara sumber dari Eco Camp dan Waste Solution Hub yang berbagi praktik baik seputar pengelolaan sampah sebagai bentuk upaya mitigasi iklim. Erasmus Days juga mengetengahkan diskusi tentang peranan generasi muda Indonesia dalam mengantisipasi perubahan iklim. Memberikan informasi mengenai beasiswa Erasmus.
Lebih dari 1.900 mahasiswa Indonesia telah menuntaskan studi mereka di negara-negara Eropa melalui program beaiswa Erasmus. Selain memberikan manfaat kuliah ke Eropa, beasiswa ini juga memberikan kesempatan bagi lebih dari 500 mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan jangka pendek atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia.[PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya