Dark/Light Mode

Lega, Setelah Tak Lagi Jadi Ibu Negara

Melania Trump: Saya Orang Yang Paling Banyak Di-Bully Di Dunia

Selasa, 10 November 2020 16:20 WIB
Ibu Negara, Melania Trump. [Foto: Brendan Smialowski / AFP melalui file Getty Images]
Ibu Negara, Melania Trump. [Foto: Brendan Smialowski / AFP melalui file Getty Images]

 Sebelumnya 
Banyak lelucon soal Melania di dunia maya. Mulai dari dugaan Melania lebih suka nonton CNN saat terbang di pesawat kepresidenan Air Force One, perannya di balik dipecatnya sejumlah pejabat tinggi Keamanan Nasional, hingga menyewa peran pengganti (body double) untuk menggantikannya muncul di depan publik.

Belum lagi terbitnya biografi yang tidak dia sukai. Atau buku yang menceritakan semuanya. Termasuk salah satunya dari mantan teman dekat Melania yang merilis rekaman rahasia percakapan mereka. Hingga rekaman pembicaraan mereka, yang menangkap umpatan sang Ibu Negara.

"Rasanya, saya adalah orang yang paling banyak di-bully di dunia," keluhnya satu ketika kepada ABC dalam sebuah wawancara, selama turnya di Afrika pada 2018, di mana dia berpakaian seperti pemburu era kolonial.

Baca juga : MUI: Jika Corona Meluas, Siapa Yang Pasang Badan

"Melania akan merasa lega," ujar jurnalis dan penulis "First Women", Kate Andersen Brower.

Bagaimana tidak, baru saja akan menjadi Ibu Negara pada Januari 2017, Melania banyak disindir soal kemampuannya berbahasa Inggris, masa lalunya sebagai model yang berpose bugil dan kenyataan bahwa Trump dan Melania berbeda usia 24 tahun.

"Pekerjaan sebagai Ibu Negara tidak pernah terpikirkan olehnya. Dia merasa hasil kerjanya tidak pernah ada yang benar. Ini adalah kekurangannya saat menikah dengan pria yang tidak peduli apa kata orang," sambung Brower.

Baca juga : WHO: India Negara Dengan Jumlah Positif Paling Banyak Di Dunia

Melania, yang merupakan bekas model kelahiran Slovenia, baru resmi menjadi warga negara AS selama 14 tahun. Dia tidak akan pernah membayangkan hidup sebagai Ibu Negara, lanjutnya lagi.

"Tugas jadi Ibu Negara tidak jelas, dan Melania berusaha keras untuk terlihat melakukan sesuatu. Tidak banyak bekas Ibu Negara yang mau membantunya. Hanya Laura Bush," lanjut Brower.

Sedangkan Profesor Ilmu Komunikasi Rider University, Myra Gutin, mengatakan, Melania hanya melakukan tugas standar ibu negara. Melania hanya hadir di sejumlah acara kenegaraan.

Baca juga : Mega Minta Kadernya Menangkan Hati Rakyat Di Pilkada 2020

"Dia bukan tipe aktivis yang memiliki ambisi dan melakukan kegiatan khusus seperti Michelle Obama dengan program kesehatannya," ujar Gutin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.