Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Jika tidak ada masalah di tingkat atas (di Israel), hubungan kami bisa sangat berbeda,” kata Erdogan, sambil menambahkan bahwa kedua negara masih berbagi intelijen.
“Kami ingin membawa hubungan kami ke titik yang lebih baik,” sambungnya.
Kementerian Luar Negeri Israel menolak mengomentari pernyataan Erdogan.
Baca juga : Sepanjang 2020, Israel Hancurkan 170 Rumah Palestina
Lebih lanjut, Israel pada Agustus 2020 menuding Turki memberi paspor ke belasan anggota Hamas di Istanbul. Tel Aviv menyebut langkah itu sangat tidak bersahabat.
Hamas adalah organisasi Islam Palestina yang bermarkas di Jalur Gaza. Hamas akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah.
Sejak 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina pada 2006, mengalahkan organisasi politik Fatah. Sejak 2007, Hamas telah tiga kali berperang melawan Israel.
Baca juga : Jet Tempur Israel Lancarkan Serangan Ke Gaza
Turki mengatakan, Hamas merupakan organisasi politik yang sah dan mereka menang melalui pemilihan umum yang demokratis.
Tahun ini, Israel telah meresmikan hubungan dengan empat negara Muslim: Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.
Turki mengecam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat itu. Turki menganggap, meresmikan hubungan dengan Israel sebagai pukulan bagi upaya membela perjuangan Palestina.
Baca juga : Laku Keras, Topeng Kecantikan Asal Korsel Ini Ludes Dalam Waktu 1 Jam
Sementara awal bulan ini, media Al-Monitor mengutip seorang sumber yang dapat dipercaya. Sumber tersebut mengatakan, Ankara akan memilih Ufuk Ulutas untuk memimpin upaya rekonsiliasi dengan Israel.
Ulutas, yang bukan diplomat karier, saat ini mengepalai pusat penelitian Kementerian Luar Negeri Turki. Dia merupakan lulusan ilmu bahasa Ibrani dan politik Timur Tengah di Universitas Ibrani Yerusalem. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya