Dark/Light Mode

Berubah Pikiran, Maroko Tunda Buka Pintu Buat Israel

Sabtu, 2 Januari 2021 17:08 WIB
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dan Perdana Menteri Maroko, Saad Eddine El Othmani. [Twitter Pompeo]
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dan Perdana Menteri Maroko, Saad Eddine El Othmani. [Twitter Pompeo]

RM.id  Rakyat Merdeka - Maroko berubah pikiran. Keputusan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel ternyata ditunda. Setidaknya, sampai posisi Presiden terpilih Joe Biden jelas dalam masalah Sahara Barat.

Sebelumnya dilaporkan, Maroko menyetujui melakukan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel melalui mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis, 10 Desember 2020. Imbalannya, Trump secara resmi akan mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.

Baca juga : JIK Tegaskan, Pelarangan FPI Bukan Berarti Pemerintah Anti Islam

Dalam cuitan di akun Twitter-nya, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel di Sahara Barat. Trump menulis, "Maroko mengakui Amerika Serikat pada 1777 dan lebih baik kita juga mengakui kedaulatan Maroko di Sahara Barat."

Sahara Barat adalah sebuah wilayah di selatan Maroko selatan yang telah berada di bawah kekuasaan Maroko sejak akhir pemerintahan kolonial Spanyol pada 1974. Namun sebuah organisasi politik militer yang didukung Aljazair, Front Polisario, menginginkan kemerdekaan Sahara Barat dari Maroko.

Baca juga : Di Balik La Nina, Ada Peluang Positif Untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Dikutip dari Pars Today dan Al-Sharq Al-Awsat, sumber di Tel Aviv menyatakan, Biden tidak terburu-buru mengumumkan posisinya atas tuntutan Maroko tersebut. Hal ini kemudian memicu Maroko menangguhkan normalisasi hubungan dengan Israel.

Namun bila rencana normalisasi ini jadi, Maroko akan menjadi negara keempat dalam empat bulan terakhir, setelah UEA, Bahrain, dan Sudan, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, melalui mediasi Donald Trump. [RSM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.