Dark/Light Mode

Berdamai, Saudi-Qatar Buka Jalur Laut-Udara

Rabu, 6 Januari 2021 05:17 WIB
Warga negara Teluk menyambut langkah Arab Saudi mencabut blokade terhadap Qatar. (Foto: Twitter)
Warga negara Teluk menyambut langkah Arab Saudi mencabut blokade terhadap Qatar. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arab Saudi sepakat mencabut blokadenya terhadap Qatar yang sudah berlangsung selama 3,5 tahun. Langkah itu sesuai dengan kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan politik yang menyebabkan Saudi dan sekutunya memboikot Qatar.

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Sal­man (MBS) mengatakan, ke­bijakan negaranya didasarkan pada pencapaian kepentingan negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Baca Juga : Bos Krakatau Steel Patok Tekan Impor Hingga 40 Persen

“Kebijakan Kerajaan Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, didasarkan pada pendekatan solid demi anggota GCC dan negara-negara Arab, serta demi kebaikan rakyat,” kata Pangeran MBS, da­lam sebuah pernyataan yang dirilis Saudi Press Agency, kemarin.

Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Kuwait pada 4 Januari lalu, sehari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Kota Al-Ula, Arab Saudi.

Baca Juga : Penumpang Arus Mudik Nataru Anjlok 40 Persen

“Berdasarkan usulan (Emir Kuwait) Sheikh Nawaf, disepakati untuk membuka wilayah udara dan perbatasan darat serta laut antara Kerajaan Arab Saudi dan Negara Qatar, mulai malam ini,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuwait Ahmad Nasser Al-Sabah, Senin lalu (4/1), di televisi pemerintah, seperti di­kutip CNN, kemarin.

Dalam pernyataannya, Ahmad Nasser, Emir Kuwait Sheikh Nawaf telah berbicara dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Pangeran MBS. Tak lama setelah pengumuman tersebut, Menlu Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash menggambarkan KTT GCC ini sebagai pertemuan bersejarah.

Baca Juga : Nggak Usah Khawatir, Data Penerima Vaksin Aman Kok

Sementara Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, mereka menyambut keputusan itu sebagai langkah penting untuk menyelesaikan perselisihan.

Bahkan, Iran juga ikut berko­metar. Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif berharap, rekon­siliasi itu membawa stabilitas politik dan ekonomi bagi semua penduduk di kawasan tersebut.
 Selanjutnya