Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Inggris Ajak Indonesia Selidiki Varian Baru Covid-19

Sabtu, 30 Januari 2021 13:00 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. [Foto: idcheveningalumni.com]
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. [Foto: idcheveningalumni.com]

RM.id  Rakyat Merdeka - Inggris berjanji menemukan varian baru virus Sars CoV2 yang menyebabkan Covid-19. Untuk itu, Inggris menawarkan keahlian dan kapasitas genomiknya ke seluruh dunia.

"Ini kesempatan berkolaborasi dengan mitra-mitra kami di Indonesia yang sudah memiliki kemampuan sekuensing genom melalui Kementerian Riset dan Teknologi serta Lembaga Eijkman," papar Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins melalui keterangan tertulis, Jumat (29/1).

"Tawaran kolaborasi teknis dan ilmiah dari Inggris dapat melengkapi upaya unggul Indonesia di bidang yang sama," sambungnya.

Baca juga : 647 Nakes Gugur Karena Covid-19

Inggris yakin memiliki peluang yang paling tinggi dalam menemukan varian baru Covid-19. Alasannya, Inggris telah melakukan lebih dari separuh urutan genom Covid-19 yang telah dikirimkan ke basis data global. Varian baru yang lebih berbahaya mungkin telah muncul di negara-negara yang tidak memiliki kemampuan memetakan genom (informasi genetik), atau tidak melakukan cukup banyak uji urutan genom.

“Kami tahu, virus akan berkembang seiring waktu. Mutasi tertentu berpotensi menyebabkan virus menyebar lebih cepat, membuat orang lebih sakit, atau mungkin mempengaruhi betapa baik vaksin bekerja," kata Direktur Dinas Infeksi Nasional lnggris (NIS), Dr Isabel Oliver, menyoal pentingnya pengujian genom.

Platform penilaian varian baru ini akan membantu banyak negara mengidentifikasi perubahan virus. Platform ini sekaligus memberikan peringatan dini tentang mutasi baru yang dapat membahayakan semua orang. Komitmen baru untuk meningkatkan keamanan kesehatan global ini sejalan dengan posisi Inggris sebagai Ketua G-7 tahun ini.

Baca juga : Di ASEAN, Indonesia Paling Lemah Atasi Covid-19

Inisiatif ini akan dipimpin oleh National Institute for Health Protection (NIHP) dan akan melibatkan laboratorium dan staf Badan Kesehatan Masyarakat Inggris serta kemampuan para akademisi.

Mereka akan bekerja secara langsung terhadap sampel yang dikirimkan dari luar negeri. Atau akan memberikan nasihat dan dukungan ahli secara daring, tempat negara mitra. Tawaran tersebut dapat mencakup pelatihan dan sumber daya serta personel dan peralatan.

Negara-negara lain dapat mengajukan permohonan bantuan dengan menghubungi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jika belum ada akses ke Inggris. Pekerjaan penting ini akan memerangi penyebaran virus Corona, dengan mengidentifikasi lebih banyak varian Covid-19 di seluruh dunia, guna menjaga masyarakat global selangkah di depan mutasi apapun.

Baca juga : Virus Nipah, Ancaman Baru Setelah Covid-19

“Saya harap masyarakat memahami, varian yang dideskripsikan sebagai varian Inggris, bukan berarti varian tersebut berasal dari Inggris dan menyalahkan kami," tandas Dubes Jenkins. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.